Bisakah Anak Bertambah Tinggi, Jika Mengalami Stunting?

Sed ut perspiciatis unde
19 April

Bisakah Anak Bertambah Tinggi, Jika Mengalami Stunting?

Stunting sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Dampak yang ditimbulkan, tidak hanya dampak jangka pendek, tetapi juga jangka panjang. Anak yang terkena stunting, misalnya, cenderung sakit-sakitan karena daya tahan tubuhnya yang buruk. Sementara dampak jangka panjang bisa terkait dengan postur tubuh penderita yang pendek, masa otot yang lebih kecil, hingga kemampuan intelektual di bawah rata-rata. (Baca juga: “Yang Perlu Kamu Ketahui Seputar Stunting”)

 

Bisakah anak bertambah tinggi jika mengalami stunting sejak kecil? Stunting adalah kondisi yang bersifat irreversible, artinya tidak dapat diperbaiki, terutama setelah anak mencapai usia dua tahun.

 

Sebenarnya ada metode catch-up growth untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan pada anak stunting. Namun menurut International Food Policy Research Institute, tanpa adanya perbaikan dari faktor lingkungan, kemungkinan besar metode ini tidak akan berhasil diterapkan. Artinya, sulit bagi anak yang mengalami stunting sejak lahir untuk meninggikan badan.

 

Cara memaksimalkan pertumbuhan 

Karena sulitnya mengubah dampak stunting ini, istilah “mengatasi atau mengobati” dianggap kurang tepat dalam penanganan stunting. Kasus stunting lebih efektif diatasi dengan upaya pencegahan, pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK) anak, dengan beberapa cara di bawah ini.  

 

1. Pemenuhan gizi calon ibu dan ibu hamil

1.000 HPK berkaitan erat dengan pemenuhan gizi di awal kehidupan. Di masa kehamilan, bahkan sebelum hamil, pemenuhan gizi seimbang sangat dibutuhkan. Calon ibu dan ibu hamil perlu memastikan kesehatannya, seperti tidak mengalami anemia dan tidak mengalami kekurangan gizi karena kondisi ini bisa meningkatkan risiko anaknya mengalami stunting. (Baca juga: “Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui”)

 

2. Pemberian ASI eksklusif

Setelah bayi lahir, dua tahun pertama merupakan masa tumbuh kembang anak yang sangat vital. Nutrisi anak perlu dijaga agar tidak mengalami kekurangan gizi. Umumnya ibu disarankan untuk melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) saat bayi lahir, lalu dilanjutkan dengan memberikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan pertama. Pemberian ASI terbukti efektif mengurangi risiko stunting karena ASI mengandung gizi mikro dan makro yang sangat penting bagi bayi. (Baca juga: “IMD dan ASI Eksklusif Bisa Mencegah Stunting”)

 

3. MPASI Saat bayi 6 bulan

Dalam buletin tentang stunting yang dikeluarkan pada tahun 2018 oleh Kemenkes dijelaskan, sesudah bayi berusia 6 bulan, walaupun ketentuannya masih harus menyusu sampai usia 2 tahun, bayi memerlukan MPASI supaya pemenuhan gizi untuk tumbuh dapat terpenuhi. 

 

Terkait dengan itu, WHO/UNICEF mengharuskan bayi usia 6-23 bulan minimal mendapat 4 atau lebih dari 7 jenis makanan ini: serealia/umbi-umbian, kacang-kacangan, produk olahan susu, telur, sumber protein lainnya, sayur dan buah kaya vitamin A, sayur dan buah lainnya. 

 

Sementara untuk frekuensi pemberian MPASI-nya diperinci sebagai berikut: 

 

Bayi yang diberi ASI

Bayi yang tidak diberi ASI

Umur 6-8 bulan: 2x/hari atau lebih

Umur 6-23 bulan: 4x/hari atau lebih

Umur 9-23 bulan: 3x/hari atau lebih

 

Baca juga: Memiliki Protein Tinggi, Sering Konsumsi Ikan Bisa Mencegah Stunting

 

4. Perilaku Hidup Sehat dan Bersih

Karena stunting juga bisa disebabkan oleh sanitasi yang buruk, perilaku hidup bersih dan sehat harus terus didorong pada anak sejak dini.  Seperti rutin menggosok gigi dan mencuci tangan dengan sabun.

 

5. Pantau tumbuh kembang anak

Para ibu juga disarankan untuk rajin membawa anak kontrol ke dokter/posyandu. Kenapa? Selain untuk mendapatkan imunisasi, kontrol rutin dapat membantu  memantau tumbuh kembang anak. Seorang anak yang stunting bisa tidak terlihat dan dianggap sebagai anak bertubuh pendek seperti biasa. Nah, dengan rajin kontrol ke dokter/posyandu, semoga hal ini tidak terjadi. (Baca juga: "Deteksi Dini Cegah Stunting, Perhatikan Berat Badan Anak")

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top