5 Skill Kebersihan Diri yang Harus Dikuasai Balita

Sed ut perspiciatis unde
22 Juni

5 Skill Kebersihan Diri yang Harus Dikuasai Balita

Ngomongin stunting memang nggak ada habisnya. Mulai dari pencegahan sejak 1.000 hari pertama kehidupan hingga memenuhi kebutuhan nutrisi sejak di periode emas pertumbuhan anak semua harus kita perhatikan. Namun, sebenarnya stunting tidak hanya tentang dua hal itu saja, tak kalah penting adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak.

 

Eh, jangan salah, PHBS tidak hanya berlaku bagi orang dewasa saja, GenBest. Anak-anak sejak usia balita juga harus mulai dikenalkan hidup bersih dan sehat. Selain sebagai bekalnya saat ia dewasa, cara ini juga dapat menurunkan risiko anak stunting.

 

Untuk itu, sebagai upaya mencegah stunting, GenBest harus mulai membiasakan hidup bersih pada si kecil juga. Paling mudah dan umum adalah menerapkan 5 skills kebersihan diri dasar berikut ini pada anak sejak usia balita.

 

Baca juga: Peran Penting Kebersihan untuk Cegah Stunting

 

1. Cuci tangan pakai sabun

Cuci tangan adalah salah satu skill kebersihan diri yang sangat dasar dan harus dikuasai si kecil sejak balita. Mengapa? Karena, tangan jadi salah satu media penularan infeksi kuman dan bakteri yang cepat. Kalau anak tidak dibiasakan rajin cuci tangan sejak kecil, tidak menutup kemungkinan akan ada bakteri, virus, atau kuman yang masuk ke dalam tubuhnya. Ajari si kecil untuk selalu mencuci tangan sebelum makan, setelah makan, dan setelah  dari toilet atau bermain di luar. Bilas tangan sampai tidak ada bekas sabun yang tersisa dengan menggunakan air mengalir. Pada kondisi di mana tidak ada wastafel, minta si kecil untuk menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol.

 

Baca juga: Cara Menyenangkan Mengajari Anak Cuci Tangan

 

2. Mandi

Gunakan waktu mandi si kecil untuk mengajarinya tentang cara mandi yang benar. Tunjukkan cara membersihkan bagian tangan, ketiak, kaki, punggung, dsb. Jangan lupa bagian wajah telinga dan leher. Lalu biarkan anak mempraktikkannya. Pastikan si kecil juga tahu cara mengeringkan tubuh dengan benar. Ajari anak untuk mandi dua kali sehari: sebelum ke sekolah dan sore setelah mereka pulang atau setelah bermain di luar dan berkeringat.

 

3. Gosok gigi

Kebersihan mulut sama pentingnya dengan kebersihan tangan atau kebersihan tubuh. Mulut yang tidak bersih dapat mengeluarkan bau tidak sedap dan menyebabkan gigi berlubang. Pastikan anak menyikat gigi dua kali sehari dan ajarkan cara berkumur yang benar.  Minta juga si kecil untuk berkumur setelah makan camilan atau setelah makan permen. Jadwalkan kunjungan dokter gigi setiap enam bulan sekali.

 

Baca juga: Cegah Stunting dengan Cara Menjaga Kebersihan Mulut dan Gigi

 

4. Merawat rambut

Rambut yang tidak terawat bisa menyebabkan masalah, seperti kutu rambut, ketombe, dan infeksi kulit kepala lainnya. Si kecil harus diajarkan keramas dengan sampo setidaknya dua kali seminggu dan ajarkan juga cara membilasnya hingga benar-benar bersih.

 

Anak kecil juga gampang terkena kutu. Untuk itu kalau rambut anak panjang sebaiknya diikat untuk menghindari kontak langsung dengan anak-anak lain yang mungkin kutuan. Ajari juga anak untuk tidak pernah berbagi benda pribadi, seperti sisir dan topi.

 

5. Etika bersin dan batuk

Satu lagi yang nggak boleh GenBest lupa ajarkan ke si kecil adalah etika bersin dan batuk. Dalam situs IDAI dijelaskan bahwa batuk dan bersin mengandung droplet nuclei (percik renik) yang mengandung virus dan bakteri. Saat batuk, kita mengeluarkan udara berkecepatan tinggi dan penyebarannya cukup jauh. Nah, kalau terhirup orang lain akan membuat mereka yang terkena menjadi tertular.

 

Mengajari anak etika bersin dan batuk nggak ribet. Minta anak selalu menutupi mulut dan hidungnya dengan tisu setiap kali batuk atau bersin. Kalau tidak ada tisu, tutupi dengan siku, bukan tangan. Lalu selalu buang tisu bekas ke tempat sampah. Saat anak menderita batuk dan flu, ia juga harus menggunakan masker. Jangan lupa selalu cuci tangan dengan air dan sabun setelah ia bersin/batuk atau gunakan hand sanitizer berbasis alkohol. 

 

Baca Juga: Perlukah Anak Minum Obat Cacing?

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top