21 May

Stunting? Sudah sering dengar, kan, GenBest? Ya, itulah kondisi di mana anak tumbuh tidak optimal, alias pendek. Mudahnya, bandingkan saja tinggi badan anak yang cenderung lebih pendek daripada anak-anak seusianya. Anak kurang gizi tak melulu kurus, karena anak gemuk pun bisa mengalami stunting alias alami permasalahan gizi. 

Masalah stunting tidak sesederhana berbelanja baju dan tas lewat aplikasi online, permasalahannya cukup kompleks. Sebab, penyebabnya sangat banyak dan saling terkait satu sama lain. Stunting tidak melulu karena kurangnya asupan nutrisi, baik pada ibu hamil maupun anak, melainkan ada banyak faktor yang melatarbelakangi sehingga anak tidak tumbuh secara optimal. Misalnya, penyakit-penyakit tertentu, seperti diare, TB, typhus, berperan dalam meningkatkan angka stunting. 

Bila dirunut lebih jauh, berbagai penyakit di atas memiliki kaitan erat dengan kebersihan diri serta lingkungan. Lingkungan dan tempat yang kotor menumbuhsuburkan berbagai kuman dan media penularan, lalu memunculkan berbagai penyakit di atas. Karena lingkungan yang kotor, lalat mudah berkembang biak dan hinggap pada makanan. Bila makanan penuh kuman itu disantap, anak bisa terkena diare. Bila penyakit itu kerap menyerang, pertumbuhan anak pun akan terganggu. Maka tak berlebihan jika menyebut sanitasi atau kebersihan merupakan hal penting dalam kasus stunting.

Untuk itu, mengurangi akses bakteri dan kuman berkembang biak dan masuk ke dalam tubuh merupakan salah satu cara menghindarkan tubuh dari gangguan kesehatan yang berimbas pada pertumbuhan fisik. 

Berikut caranya: 

1. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan, setelah buang air besar dan buang air kecil. 

2. Memilih bahan makanan yang terjaga kualitasnya, juga menyimpan makanan itu di tempat yang bersih dan tidak terpapar kuman (tertutup atau di dalam kulkas), juga mengolah makanan dengan higienis, serta membersihkan peralatan dan perlengkapan memasak, dan lain-lain.

3. Bila hendak makan di luar, pilih jajanan sehat atau tempat makan yang terjamin kebersihannya. 

4. Mandi dua kali sehari, pagi dan sore hari. 

5. Membuang sampah pada tempatnya. Ingat, sampah adalah rumah yang nyaman bagi kuman.

6. Menutup saluran air dengan bak kontrol. Ingat, saluran air kadang dijadikan sarana pembuangan sampah juga tempat berkembang biaknya nyamuk. 

7. Membersihkan rumah secara rutin dan teratur, termasuk bagian dan ruangan di dalamnya, seperti kamar mandi, jendela, dan lain-lain. 

Dengan berbagai langkah di atas, keluarga dapat hidup sehat dan terhindar dari gangguan stunting. 
 

TENTANG KAMI

GenBest merupakan sebuah inisiasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting (klik di sini untuk mengetahui apa itu stunting), dengan mendorong masyarakat dari segala usia menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Lewat situs dan media sosial genbest.id, kami menyediakan informasi yang kredibel, menciptakan komunitas yang suportif, dan memberikan pengetahuan kesehatan yang mendalam seputar pola hidup bersih dan sehat, serta stunting, bagi Anda sekeluarga, termasuk si kecil yang masih dalam kandungan dan berusia balita.

How to coax children
To Top