Tidur Nyenyak dan Rutin Olahraga Bantu Anak Tumbuh Lebih Tinggi

Sed ut perspiciatis unde
10 April

Tidur Nyenyak dan Rutin Olahraga Bantu Anak Tumbuh Lebih Tinggi

Ancaman perawakan pendek atau stunting bisa jadi salah satu yang paling dikhawatirkan orang tua di Indonesia saat ini. Menurut data data riset yg dilakukan Studi Status Gizi Balita Inonedia (SSGBI), ada sekitar 6,3 juta dari 23 juta balita di Indonesia yang mengalami stunting. 

 

Menurut Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Damayanti Sjarif, SpA(K), mencegah stunting dapat dimulai dari periode emas pertumbuhan anak, yaitu pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. 

 

Masa-masa ini dimulai sejak anak masih dalam kandungan hingga memasuki usia dua tahun. Beberapa cara pencegahannya bisa dengan memberikan gizi seimbang, mengajak anak berolahraga secara rutin, hingga memastikannya tidur nyenyak setiap malam.

 

Baca juga: “Jangan Abaikan Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Ini Alasannya

 

Cara merangsang hormon pertumbuhan anak dengan tidur nyenyak

GenBest mungkin heran, kok, bisa rajin olahraga dan tidak tidur nyenyak bisa mencegah stunting? Ternyata, menurut riset, baik tidur nyenyak dan olahraga dapat merangsang pelepasan hormon pertumbuhan anak. 

Salah satu fungsi hormon pertumbuhan ini adalah untuk merangsang pertumbuhan anak, termasuk tinggi tubuhnya. Meskipun tentu hormon pertumbuhan bukan satu-satunya faktor yang membuat anak-anak menjadi lebih tinggi. Beberapa faktor lain, seperti faktor genetik, nutrisi, dan kesehatan anak juga berpengaruh. 

 

Berbicara hormon pertumbuhan, sebenarnya hormon tersebut sudah otomatis dihasilkan kelenjar dalam otak, yaitu kelenjar pituitari atau hipofisis. Menariknya, hormon pertumbuhan anak ini biasanya lebih banyak diproduksi pada malam hari, dibandingkan siang hari.

 

Dalam website Verywell Family dijelaskan hormon pertumbuhan dikeluarkan pada malam hari, terutama saat anak tidur nyenyak. Karena itulah, jika tidur anak sering terganggu, pertumbuhan anak mungkin tidak terjadi secara normal karena tidak ada lonjakan pelepasan hormon pertumbuhan. Kurva pertumbuhan mereka bisa jatuh. Misalnya, jika seorang anak berada di persentil ke-50 berdasarkan tinggi dan berat badan dalam perkembangan awal, anak yang tidur malamnya selalu terganggu mungkin jatuh ke persentil ke-10.

 

Jadi, pastikan si kecil selalu tidur nyenyak, ya. Kualitas tidur malam yang baik, akan berdampak pada kemampuan kognitif dan pertumbuhan anak kelak. Salah satu caranya dengan membiasakan anak tidur tepat waktu. 

 

Baca juga: “Rutin Ajak Anak ke Posyandu Bisa Perbaiki Status Gizi

 

Cara merangsang hormon pertumbuhan anak dengan berolahraga

Bagaimana dengan berolahraga? Menurut penelitian, otak juga melepaskan hormon pertumbuhan ke aliran darah selama kita berolahraga. Tentunya, berolahraga anak di bawah dua tahun berbeda dengan kita yang dewasa. 

 

Ada beberapa cara sederhana yang bisa GenBest lakukan dengan si kecil. Misalnya, mengajaknya jalan-jalan di taman di pagi hari sekaligus berjemur. Selain dapat melatih kekuatan kakinya tentunya akan meningkatkan metabolisme dan merangsang hormon pertumbuhan anak. 

 

Apabila saat ini belum memungkinkan mengajak anak keluar rumah, GenBest dapat menciptakan berbagai permainan menyenangkan di dalam rumah yang  sekaligus bisa melatih kreativitasnya. Misalnya, bermain lempar tangkap bola atau main petak umpet di ruang bermain. Pasti seru, deh. Dengan menjadi aktif, anak bisa menyalurkan tenaganya dengan baik. Pada akhirnya ini akan berpengaruh pada kualitas tidurnya yang jadi lebih nyenyak pada malam hari. 

 

Siap meningkatkan kualitas tidur si kecil dan mengajaknya berolahraga untuk merangsang hormon pertumbuhan anak? Agar pertumbuhan anak lebih optimal, pastinya GenBest harus tetap membiasakan hidup bersih dan memenuhi kebutuhan nutrisi anak, ya!

 

Baca juga: “Agar Penanganan Tepat, Cek Perbedaan Stunting dan Malnutrisi

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top