Penerapan PHBS di Sekolah Saat Adaptasi Kebiasaan Baru

Sed ut perspiciatis unde
30 Jul

Penerapan PHBS di Sekolah Saat Adaptasi Kebiasaan Baru

Tahun ajaran baru sudah dimulai 13 Juli 2020 lalu, ya, GenBest. Meski begitu  proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun ajaran 2020/2021 masih dilakukan secara daring. Kapankah KBM tatap muka dimulai? Belum ada kepastian. 

 

Yang jelas sekolah yang boleh melaksanakan KBM tatap muka adalah sekolah yang dalam zona hijau.  Untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah Pemerintah melarang satuan pendidikan melakukan pembelajaran tatap muka dan melanjutkan Belajar dari Rumah (BDR). 

 

Nah, apakah lokasi sekolah anak berada di zona hijau, kuning, oranye, atau merah? Apa pun zonanya, tidak ada salahnya kita mengetahui beberapa protokol kesehatan yang perlu dilakukan oleh anak saat sudah masuk sekolah nanti: 

 

Baca Juga: Cegah Penularan COVID-19 pada Anak Menurut Anjuran IDAI

 

1. Cuci tangan pakai sabun

Kebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir adalah kunci utama mencegah berbagai serangan virus, termasuk COVID-19. Karena itulah di sekolah harus ada ketersediaan sanitasi dan kebersihan, seperti toilet bersih, sarana cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir, atau cairan pembersih (hand sanitizer). Di sekolah juga perlu ada dan penyemprotan disinfektan secara berkala. Selalu tekankan pada anak untuk rajin cuci tangan selama 20-40 detik. Kebiasaan ini dipercaya efektif membunuh kuman hingga 80%,. 

 

2. Wajib menggunakan masker

Sekolah akan menerapkan area wajib masker atau pelindung wajah (face shield). Untuk itu saat anak bersekolah nanti, siapkan masker kain nonmedis tiga lapis yang di dalamnya dapat diisi tisu dan harus diganti setiap 4 jam.

 

3. Saat anak sakit jangan masuk sekolah

Meski sekolah nanti akan selalu menerapkan prosedur pengukuran suhu tubuh pada semua murid, guru, dan staf sekolah, namun perlu ada kesadaran dari orang tua untuk tidak mengizinkan anak yang sakit, terlebih demam, untuk masuk sekolah. Selain bisa merugikan diri sendiri, murid yang tetap masuk saat sakit juga bisa merugikan teman-temannya karena dapat menularkan penyakit pada mereka.

 

4. Jaga jarak aman

Ajarkan anak untuk selalu menjaga jarak aman dengan orang lain (teman-temannya) minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik (tidak bersalaman, tos, dsb). Protokol ini juga tetap berlaku saat aktivitas olahraga. 

 

Baca Juga: Cara Ampuh Tingkatkan Daya Tahan Tubuh di Era New Normal

 

5. Tidak berbagi barang pribadi

Ingatkan anak untuk tidak menggunakan alat/fasilitas yang bisa dipegang oleh orang banyak secara bergantian dalam waktu singkat.  Anak juga perlu dilarang untuk berbagai barang-barang pribadi, seperti gelas, piring, dsb.

 

Baca Juga: Tips Gunakan Toilet Umum yang Higienis, Jangan Pilih Bilik Tengah!

 

Yang juga perlu diketahui, belajar dari sekolah-sekolah yang sudah memberlakukan KBM tatap muka, seperti di Sukabumi, umumnya yang didahulukan adalah SMA dan SMP. Baru nanti setelah lancar ke SD dan TK serta Kelompok Bermain.

 

Pembelajaran tatap muka di tengah pandemi biasanya juga dilakukan lebih singkat, seperti hanya 4-5 jam, dan tidak ada jam istirahat. Siswa diminta langsung pulang setelah waktu sekolah usai.

 

Agar tidak terlalu sesak di kelas/sekolah, pembagian sif belajar juga biasanya diberlakukan, yakni dua sampai tiga sif tiap kelas. Jadwal masuk siswa bergantian selama satu atau dua minggu.

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top