Cegah Penularan COVID-19 Pada Anak Menurut Anjuran IDAI

Sed ut perspiciatis unde
12 Juni

Cegah Penularan COVID-19 Pada Anak Menurut Anjuran IDAI

GenBest ada kabar menyedihkan nih, hingga 18 Mei 2020 lalu, jumlah anak yang dikonfirmasi positif COVID-19 mencapai 584 anak. Menurut analisis, banyak anak yang terinfeksi virus tersebut karena kurangnya gaya hidup bersih dan sehat. Lalu apa yang harus kita lakukan?

 

Berikut beberapa cara pencegahan penularan COVID-19 pada anak yang disarankan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

 

Rajin cuci tangan pakai sabun

Rajin cuci tangan masih menjadi tindakan pencegahan COVID-19 paling efektif.  Karena itu, sebelum menyentuh, menggendong, menyusui, atau memberi makan si kecil, Genbest harus mencuci tangan terlebih dulu. 

 

GenBest juga memainkan peran penting untuk mengajari anak yang sudah cukup besar untuk rajin cuci tangan dengan langkah yang baik dan benar. Jelaskan bahwa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat menjaga mereka tetap sehat dan menghentikan penyebaran virus ke orang lain. Jadilah teladan yang baik,  jika GenBest sering mencuci tangan, si kecil cenderung melakukan hal yang sama.

 

Baca Juga: Kenapa Harus Cuci Tangan Pakai Sabun

 

Tetap melakukan imunisasi

Penting untuk anak-anak dan bayi tetap mendapatkan imunisasi, terutama imunisasi dasar, karena dapat melindungi mereka dari penyakit serius, seperti hepatitis B, difteri dan polio. Imunisasi harus diberikan sesuai jadwal yang ditentukan. Jika ada imunisasi yang tertunda atau terlewat maka harus secepatnya diberikan. Ini pun berlaku pada saat pandemi COVID-19 ini.  Bila melewatkan imunisasi, anak dikhawatirkan menjadi rentan tertular penyakit dan mengalami sakit berat.

 

Untuk meminimalkan risiko anak terpapar COVID-19, GenBest bisa membuat janji dengan fasilitas kesehatan yang akan dikunjungi. Fasilitas kesehatan umumnya sudah memiliki  ruang khusus untuk bayi dan anak sehat. Pastikan juga GenBest sudah membaca petunjuk teknis pelayanan imunisasi pada masa pandemi COVID-19.

 

Baca Juga: Imunisasi Anak Saat Pandemi COVID-19

 

Terapkan social distancing 

Jarak sosial atau social distancing adalah menjaga jarak kita dan orang lain saat di luar rumah. Beberapa protokol untuk social distancing adalah jaga jarak dengan orang lain sekitar 2 meter (ukuran 2 kali panjang lengan kita), jauhkan si kecil dari kerumunan dan tempat-tempat ramai, seperti pasar, mal, dsb.  Tolong diingat, orang dapat menyebarkan virus sebelum mereka tahu mereka sakit, karena itulah jarak sosial sangat penting diterapkan untuk mencegah penularan COVID-19.

 

Penggunaan masker

Memang, bayi belum bisa menggunakan masker dan jangan memakaikan masker pada anak di bawah 2 tahun karena bisa membuatnya sulit bernapas dan bisa berakibat fatal. Imbauan penggunaan masker ini lebih pada orang-orang dewasa di sekitar si kecil. Misalnya, saat GenBest atau anggota keluarga lainnya sakit, pastikan untuk menggunakan masker guna mencegah penularan pada anak. Apabila si kecil sudah berusia di atas 2 tahun, saat bepergian bisa menggunakan masker kain. Pilih ukuran masker yang pas untuk wajah anak agar penggunaan dan fungsi masker menjadi lebih efektif. Namun tidak perlu dipaksa bila anak menolak. Loh nanti anak ketularan dong? Yang perlu diluruskan di sini, kebanyakan masker sebenarnya berfungsi untuk melindungi orang lain agar tidak tertular virus dari kita. Jadi bukan supaya kita tidak ketularan. 

 

Penuhi kebutuhan nutrisi seimbang

Nutrisi akan selalu menjadi poin penting saat kita membicarakan tumbuh kembang optimal anak dan pencegahan stunting.  Pada masa pandemi COVID-19, nutrisi yang seimbang akan membantu anak untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Jadikan “Isi Piringku” sebagai pendoman setiap kali menyajikan si kecil makanan. Dengan begitu mereka akan tetap sehat dan tumbuh kembang anak menjadi optimal.

 

Baca Juga: Nutrisi Wajib dalam MPASI Anak

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top