Ini 3 Jenis Cacing Penyebab Utama Anak Cacingan

Sed ut perspiciatis unde
16 Jul

Ini 3 Jenis Cacing Penyebab Utama Anak Cacingan

Cacingan adalah salah satu infeksi yang bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa. Namun, masalah cacingan ini lebih rentan pada anak-anak yang masih dalam periode emas pertumbuhan. 

 

Infeksi ini terjadi karena adanya telur atau larva yang masuk ke dalam tubuh si kecil bersamaan dengan makanan atau minuman yang mereka konsumsi. Bisa dibilang, cacingan terjadi karena si kecil tidak segera cuci tangan setelah bermain dan langsung makan.

 

Apabila tidak segera diatasi, cacingan akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari anemia, masalah pencernaan seperti diare, hingga gangguan respons imun. Bahkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan stunting. 

 

Saat anak mengalami cacingan, cacing akan menyerap nutrisi yang ada di dalam tubuhnya dan menyebabkan nafsu makan menurun. Lama-kelamaan, si kecil akan mengalami kekurangan gizi dan berakhir dengan stunting. 

 

Tumbuh kembang anak akan menjadi terhambat dan mengalami penurunan prestasi belajar. Padahal, di periode emas pertumbuhannya, si kecil membutuhkan nutrisi lengkap agar tumbuh kembangnya optimal.

 

Baca Juga: Apa Hubungan antara Cacingan dan Stunting?

 

3 Jenis Cacing Penyebab Cacingan

Nah, berbicara tentang cacingan, GenBest tahu nggak, setidaknya, ada 3 jenis cacing yang paling sering ditemukan hidup di dalam tubuh manusia, dan menjadi penyebab utama anak cacingan? Ini dia ketiga cacing yang sering masuk ke dalam tubuh anak:

 

1. Cacing Pita

Cacing yang berbentuk pipih ini merupakan salah satu jenis yang dapat menyebabkan cacingan. Mereka akan tinggal di usus. Cara cacing atau telurnya masuk ke dalam tubuh bisa melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.

 

Contoh, makanan mentah atau belum matang sepenuhnya, seperti daging sapi atau ikan. Bisa juga karena minum air yang telah terkontaminasi oleh kotoran. Beberapa gejala yang terlihat adalah diare, muntah, hingga mengalami penurunan berat badan.

 

Baca Juga: Cek Kualitas Air di Rumah, Ini Ciri-Ciri Air Sumur yang Sehat

 

2. Cacing Kremi

Jenis cacing ini berbentuk kecil. Saat sudah masuk ke dalam tubuh cacing kremi akan hidup di usus besar, lalu bertelur di anus pada malam hari dan bisa menyebabkan gatal. Rasa gatal dan garukan ini awal mula penyebaran infeksi terjadi. Karena, telur cacing akan berpindah melalui sentuhan langsung dengan kulit atau benda yang terkontaminasi cacing kremi. Salah satu benda yang sering terkontaminasi telur cacing kremi adalah sprei.

 

Cacing ini dapat bertahan 2-3 minggu pada sprei atau di permukaan benda lain. Karena itu, jika ada anggota keluarga yang cacingan, sebaiknya cuci sprei secara terpisah menggunakan air hangat untuk mencegah penyebaran infeksi. Setelah dicuci dengan air hangat, jemur di bawah sinar matahari yang terik.

 

3. Cacing Gelang

Kalau jenis cacing ini ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan dua cacing sebelumnya. Saat anak terinfeksi cacing gelang, biasanya akan membuat mereka sakit perut, kembung, diare, hingga tidak nafsu makan.

 

Dikutip dalam laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), cacing gelang bisa masuk ke dalam tubuh manusia lewat buah dan sayur yang tidak dibersihkan dengan baik. Namun, tidak hanya karena makanan yang tidak bersih saja. Ini bisa terjadi apabila si kecil bersentuhan dengan tanah atau benda-benda yang telah terkontaminasi.

 

Pentingnya Menerapkan PHBS

Cacingan erat kaitannya dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Karena itulah, sejak dini si kecil perlu diajarkan untuk rajin cuci tangan pakai sabun. Tekankan kapan waktu-waktu ia harus mencuci tangannya, sebelum makan, setelah makan, setelah dari toilet, saat selesai bermain, dan sebagainya. Jangan lupa juga untuk rutin memotong kuku anak minimal seminggu sekali, ya, GenBest. 

 

Baca Juga: Cara Menyenangkan Mengajari Anak Cuci Tangan, Coba Yuk!

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top