Cek Kualitas Air di Rumah, Ini Ciri-Ciri Air Sumur yang Sehat!

Sed ut perspiciatis unde
15 Mei

Cek Kualitas Air di Rumah, Ini Ciri-Ciri Air Sumur yang Sehat!

GenBest apakah air sumur di rumah sehat? Sehat di sini maksudnya dapat digunakan untuk dimasak dan diminum. Akses air bersih menjadi begitu penting karena ini terkait erat dengan kesehatan GenBest sekeluarga, termasuk si kecil.

 

Jangan lupa, kuman dan bakteri bisa menyebar melalui air. Dengan kondisi air yang buruk, kemungkinan berkumpulnya kuman dan bakteri akan semakin tinggi. Kuman dan bakteri ini bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, salah satunya diare. 

 

Diare bisa menyebabkan nutrisi di dalam tubuh anak menjadi terkuras. Jika diare terjadi secara berulang, anak bisa kekurangan gizi yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya, termasuk meningkatkan risiko stunting.

 

Jadi, untuk tumbuh kembang anak yang optimal dan terbebas dari stunting, tidak hanya masalah gizi saja yang perlu GenBest perhatikan, namun juga kondisi air sumur/air tanah di rumah.

 

Ciri-ciri Air Sumur yang Sehat

Cara mudah menentukan kualitas air tanah/air sumur di rumah adalah dengan melihat fisiknya secara langsung dan melakukan pemeriksaan terhadap unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Berikut ciri-ciri air tanah yang sehat dirangkum dari Laman Ilmu Geografi:

 

1. Air Harus Jernih 

Air yang jernih/bening memang belum tentu bersih, namun setidaknya bisa dijadikan tanda awal untuk menilai kualitas air tanah. Sebaliknya untuk air tanah yang keruh dapat dipastikan tidaklah bersih.

 

2. Tidak Berwarna 

Warna air tanah bergantung pada unsur yang terkandung di dalamnya. Jadi jika kondisi air tanah berwarna, maka sudah pasti tidak layak untuk digunakan. Air tanah berwarna kecokelatan, misalnya, biasanya mengandung lumpur. 

 

3. Rasanya Tawar

Untuk menguji kualitas air tanah harus dilakukan pengujian secara manual, yakni dengan mencicipi sampel air tanah tersebut. Air tanah yang baik tidak memiliki rasa apa pun. Tawarnya rasa air tanah dikarenakan tidak adanya unsur apa pun di dalamnya. Inilah yang disebut air tanah yang murni.

 

4. Derajat Keasaman (PH) Netral

Air tanah yang baik haruslah memiliki PH berkisar antara 6.8—7.2 untuk rentang sempit atau 6.5—7.5 untuk rentang yang lebih lebar.  Air tanah yang terlalu asam berbahaya untuk diminum manusia, bahkan hewan peliharaan/ternak. Cara mengukur PH air tanah bisa dengan menggunakan berbagai alat ukur yang tersedia di pasaran.

 

5. Tidak Mengandung Zat Kimia Berbahaya

Air tanah yang berada di dekat pusat industri biasanya memiliki kualitas yang lebih buruk, karena hasil buangan limbah pabrik dapat saja mencemari air tanah, terlebih air tanah dangkal. Zat yang sering ditemukan adalah Arsen, Timah, Merkuri, senyawa sulfida, amoniak dan lainnya.

 

6. Tingkat Kesadahan Rendah

Kesadahan adalah ada atau tidaknya kandungan logam berat tertentu dalam air. Untuk mengetahuinya mudah. Yakni saat deterjen untuk cuci baju dimasukkan ke dalam air, namun air itu sukar berbusa. Ini bisa menjadi tanda air tanah tersebut mengandung Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Untuk air tanah yang berbau anyir/kurang sedap mungkin mengandung unsur Mangan (Mn) dan Besi (Fe). Air dengan kesadahan tinggi, terutama dengan kandungan Besi tinggi, dapat menyebabkan timbulnya noda kecokelatan pada pakaian sehabis dicuci.

 

7. Tidak Mengandung Bakteri Berbahaya

Air tanah yang mengandung banyak bakteri dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti diare dan penyakit berat seperti typus, hepatitis, dan kolera.

 

Bagaimana bila air tanah tidak sehat? Tentu solusinya sangat bergantung pada penyebabnya. Namun umumnya bila air tanah sudah tercemar logam berat, misalnya,  GenBest sangat disarankan untuk memilih air PDAM yang bisa digunakan untuk mencuci dan mandi.  Sedangkan untuk konsumsi dan masak dapat membeli air isi ulang yang kualitasnya lebih terjamin.

 

Baca juga: Pentingnya Air Bersih untuk Cegah Stunting

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top