Remaja Berpuasa, Penuhi Kebutuhan Kalori Ini

Sed ut perspiciatis unde
8 Mei

Remaja Berpuasa, Penuhi Kebutuhan Kalori Ini

GenBest mungkin bertanya-tanya apa sih yang dimaksud kalori itu? Kalori adalah satuan ukuran untuk energi. Dalam pengertian gizi, semua jenis makanan, apakah itu lemak, protein, karbohidrat, adalah sumber kalori yang dibutuhkan untuk kita melakukan kegiatan sehari-hari. 

 

Jadi ketika GenBest tidak mendapatkan cukup kalori, kondisi ini bisa mengganggu kemampuan konsentrasi dan kegiatan sehari-harimu. Jangan lupa, otak, otot, dan setiap sel dalam tubuh kita membutuhkan energi (kalori) untuk berfungsi optimal.

 

Soal berapa banyak kalori yang kamu butuhkan setiap hari, ini sangat individual. Karena kebutuhan kalori bervariasi bergantung usia, jenis kelamin, tinggi badan dan tingkat aktivitas. Tapi kebutuhan kalori kamu yang masih remaja biasanya tinggi karena pada masa remaja kamu sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan  yang cepat. Aktivitasmu juga biasanya padat. Selain sekolah/kuliah, kamu biasanya akan punya kegiatan ekstrakurikuler, seperti olahraga atau main teater, dan sebagainya.

 

Menurut jurnal Dietary Guidelines for Americans, remaja laki-laki usia 9-18 tahun memerlukan asupan kalori berkisar dari 1.600-3.200 setiap hari. Anak laki-laki yang lebih muda dengan aktivitas yang kurang aktif memiliki kebutuhan kalori yang  lebih rendah, sedangkan yang lebih tua dengan aktivitas yang lebih aktif memiliki kebutuhan kalori yang lebih tinggi.

 

Remaja putri cenderung membutuhkan kalori lebih sedikit dibandingkan remaja putra sebayanya. Pada remaja putri usia 9-18 tahun, kebutuhan kalorinya berkisar antara 1.400-2.400 kalori setiap hari. Semakin muda dengan aktivitas yang sedikit, maka kebutuhan kalorinya juga pada standar terkecil, yakni 1.400 kalori. Namun, remaja putri yang lebih tua dengan aktivitas lebih aktif setidaknya membutuhkan hingga 2.400 kalori per harinya.

 

Baca juga: Bolos Puasa Karena Haid, Hati-hati Anemia

 

Kebutuhan Kalori Di Bulan Puasa

Nah, terkait puasa di bulan Ramadan ini, biasanya kita mengharapkan berat badan bisa turun dengan berpuasa, tapi kok kenyataannya malah sebaliknya! Waduh… kalau berat badanmu saat puasa ini, malah naik mungkin kamu kelebihan kalori. 

 

Kita sering menduga dengan berpuasa, makan kita akan lebih sedikit dari biasanya. Anggapan inilah yang lalu  mendorong kita jadi makan  berlebihan saat berbuka. 

Padahal kebutuhan kalori harian tubuh saat berpuasa sebenarnya tetap sama dengan kebutuhan saat tidak berpuasa, karena waktu makan yang kita lewatkan saat berpuasa hanyalah makan siang.

 

Lalu bagaimana agar kebutuhan kalori kamu tetap terpenuhi dan tidak berlebihan di bulan penuh berkah ini? Tenang, coba kamu terapkan aturan nutrisi yang direkomendasikan oleh WHO ini:

 

  • Penuhi kecukupan cairan

Target minum 8 gelas air harus tetap terpenuhi saat berpuasa. Minumlah 2 gelas air saat sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas sisanya di malam hari. Genbest juga bisa menambah asupan cairan dari buah-buahan yang mengandung banyak air, seperti semangka, mentimun, tomat, dsb. Hindari minuman mengandung kafein (kopi, teh dan soda) karena dapat membuatmu lebih sering buang air kecil dan bisa meningkatkan risiko dehidrasi. 

 

  • Hindari terlalu banyak makan manis

Kolak atau es buah yang sering disajikan saat berbuka mengandung sirup dan gula tinggi yang tidak baik untuk kesehatan. Makan tiga kurma untuk berbuka puasa adalah cara yang lebih sehat untuk memulai berbuka puasa karena kurma adalah sumber serat yang sangat baik. 

 

Baca juga: Porsi Makan Sehat Seimbang Saat Buka dan Sahur

 

  • Pilih sumber protein yang lebih sehat

Nikmati daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, atau ikan untuk mendapatkan porsi protein yang lebih sehat.  Asupan protein bisa membuat kita kenyang lebih lama karena zat gizi ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna daripada karbohidrat.

 

  • Hindari olahan tinggi lemak

Gorengan salah satunya. Minyak yang biasanya dipakai berulang-ulang untuk menggoreng tahu, tempe, bakwan, dsb bisa membentuk lemak trans dan meningkatkan kolesterol dalam tubuhmu.  Daripada gorengan, lebih baik pilih makanan yang dikukus. 

 

  • Hindari makanan dengan kandungan garam tinggi

Contoh, sosis, ikan  asin, keju asin, kerupuk.  Terlalu banyak makanan asin dapat memicu seseorang terkena hipertensi. 

 

Nah, semoga di saat bulan Ramadan kebutuhan kalorimu dapat terpenuhi dengan. Baik ya! Makanlah perlahan dan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhanmu. Tanda kamu sudah makan berlebihan, perutmu akan mulas atau tidak nyaman. Cobalah untuk bergerak aktif di malam hari, karena ini akan membuatmu lebih sehat dan tidak kegemukan.

 

Baca juga: Mencegah Stunting Dimulai dari Masa Remaja. Begini Caranya!

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top