Perlukah Imunisasi Tambahan Bagi Bayi Menghadapi New Normal?

Sed ut perspiciatis unde
7 Jul

Perlukah Imunisasi Tambahan Bagi Bayi Menghadapi New Normal?

Era new normal di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini membuat kita perlu beradaptasi dengan banyak hal ya, GenBest. Ini adalah cara baru untuk kita menjalani kehidupan, pekerjaan, dan interaksi kita dengan orang lain.

 

Bagaimana dengan si kecil? Sebagai orang tua, wajar kalau kita merasa perlu semakin melindungi si kecil. Salah satu protokol kesehatan untuk menjaga kesehatan si kecil di masa pandemic COVID-19 adalah dengan tetap mematuhi jadwal imunisasinya.  Jadi imbauan #DiRumahAja tidak berlaku saat jadwal imunisasi si kecil sudah tiba. 

 

Berdasarkan anjuran IDAI, meski pada masa pandemi COVID-19, imunisasi wajib pada bayi dan anak tidak boleh ditunda. Menurut dokter spesialis anak Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada, Fita Wirastuti, alih-alih menghindarkan anak dari penularan virus COVID-19, tak pergi ke rumah sakit dan mengabaikan imunisasi justru bisa membahayakan kesehatan anak.  Bayi membutuhkan imunisasi wajib, karena tubuh mereka lebih rentan menderita penyakit. 

 

Imunisasi tambahan selama new normal?

Lalu muncul pertanyaan, adakah imunisasi tambahan yang perlu diberikan pada bayi untuk menghadapi new normal sekarang ini?

 

Jenis imunisasi wajib bagi bayi antara lain, vaksin Hepatitis B, BCG, Polio, campak, dan DPT. Daftar imunisasi wajib ini harus dipenuhi guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak. 

 

Untuk imunisasi tambahan, dr. Attila Dewanti, SpA(K), dalam sebuah diskusi daring yang diselenggarakan oleh akun @brawijayahealthcare menyarankan dalam menghadapi new normal anak sebaiknya diberikan imunisasi tambahan, berupa vaksin influenza dan vaksin pneumokokus (PCV). Vaksin PCV dapat mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus penyebab penyakit berbahaya, seperti meningitis dan pneumonia.

 

Anjuran pemberian vaksin influenza dan PVC sebagai vaksin tambahan ini juga disarankan oleh Prof. DR. Dr. Cissy R. Kartasasmita, Sp.A(K), M.Sc., pada siaran langsung Instagram IDAI. 

 

Menurut Prof. Cissy, WHO menyarankan vaksin PCV dan influenza sebagai vaksinasi tambahan karena virus COVID-19 bisa menyerang saluran pernapasan. Selain itu, kedua vaksin ini juga bermanfaat untuk mencegah bayi dari pneumonia atau dikenal dengan paru-paru basah. 

 

Baca Juga: Pentingnya Memberikan Vaksin Flu untuk Anak

 

Perlindungan khusus terhadap pneumonia

Menurut Prof. Cissy, gejala awal pneumonia yang disebabkan virus COVID-19 dengan pneumonia biasa (yang disebabkan oleh pneumokokus, influenza), sangatlah mirip, sehingga sangat sulit untuk dibedakan. Namun untuk anak sudah divaksin PCV atau influenza, tapi masih terkena pneumonia, hampir bisa dipastikan penyebabnya bukanlah pneumokokus atau influenza. Hal ini karena tubuh anak sudah membentuk antibodi dan kebal terhadap keduanya, sehingga tim medis bisa langsung mencurigai terjadinya pneumonia karena penyakit lain.

 

Yang perlu juga diketahui GenBest, kedua vaksin ini BUKAN vaksin untuk infeksi virus COVID-19, ya. Namun setidaknya, vaksin ini bisa membantu mengurangi risiko terjadinya gejala infeksi virus COVID-19 yang parah. Soalnya kalau anak sedang flu atau menderita pneumonia, daya tahan tubuhnya akan lemah sehingga kemampuan tubuh si kecil untuk melawan virus COVID-19 jadi berkurang dan infeksinya bisa bertambah parah. 

 

Kapan vaksin influenza dan PCV bisa diberikan pada anak? Berdasarkan anjuran American Academy of Pediatrics (AAP) dan IDAI, bayi baru diberikan vaksin influenza ketika memasuki usia enam bulan. Sedangkan, vaksin PCV diberikan kepada bayi dalam 3 dosis, yaitu pada usia 2, 4, dan 6 bulan.

 

Untuk mencegah bayi bertemu dengan banyak orang selama new normal, apalagi di rumah sakit sebaiknya buatlah janji terlebih dahulu sebelum imunisasi, GenBest. Pastikan tidak menunggu lama dan selalu patuhi protokol kesehatan. Baca lebih lanjut mengenai syarat melakukan imunisasi anak saat pandemi COVID-19, di sini.

 

Baca Juga: Bisakah Anak Bertambah Tinggi, Jika Mengalami Stunting?

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top