Mengapa Ibu Hamil Gemuk Juga Bisa Kekurangan Gizi?

Sed ut perspiciatis unde
8 Jul

Mengapa Ibu Hamil Gemuk Juga Bisa Kekurangan Gizi?

Kehamilan merupakan masa krusial bagi tumbuh kembang anak. Jangan lupa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dimulai sejak si kecil masih dalam kandungan hingga dia berusia kurang lebih 2 tahun. Selama masa tersebut asupan gizi menjadi salah satu faktor yang tidak boleh dilewatkan dari pengawasan. 

 

Tidak heran kalau ibu hamil selalu diingatkan menjaga pola makan guna menghindari kondisi kurang gizi. Ini berarti kecukupan gizi ukurannya bukan hanya makan asal kenyang saja, namun perlu makanan yang mengandung lima zat gizi yang diperlukan tubuh: karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. 

 

Kecukupan gizi juga tidak bisa diidentikan dengan gemuk. Karena kenyataannya, ibu hamil yang terlihat gemuk masih bisa beresiko kekurangan gizi. Anggapan bahwa semakin banyak makan, maka gizi ibu hamil akan semakin bertambah juga perlu diluruskan karena faktor kualitas makanan juga tidak kalah penting dalam upaya pemenuhan gizi selama kehamilan. Contoh, makan mie instan tentu membuat kenyang, namun tentu kualitas gizinya amat kurang.

 

Ibu hamil gemuk kekurangan gizi, kok bisa?

Jika kita berfokus pada makanan-makanan sekadar membuat gemuk dan kenyang, kita hanya menumpuk karbohidrat dalam tubuh. Padahal berbagai jenis nutrisi lain dibutuhkan untuk tumbuh kembang janin di dalam kandungan. 

 

Menurut Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH, ahli gizi ibu dan anak, ibu hamil tidak hanya memerlukan zat gizi makro, namun juga zat gizi mikro. Nutrisi makro adalah zat gizi yang diperlukan ibu hamil dalam jumlah besar, di antaranya karbohidrat, protein, dan lemak. 

 

Sedangkan, zat gizi mikro merupakan zat gizi yang diperlukan dalam jumlah kecil. Namun tidak bisa disepelekan karena perannya sangat vital untuk aktivitas metabolisme tubuh, kerja enzim, serta membentuk sel janin dan organ bayi. Kekurangan nutrisi mikro selama kehamilan mendatangkan beragam dampak buruk, seperti kelainan plasenta, pendarahan saat persalinan, bayi lahir prematur, bayi lahir berat badan rendah, hingga risiko kematian. 

 

Contoh kebutuhan nutrisi mikro selama kehamilan adalah kalsium, vitamin B6, asam folat, hingga zat besi. Maka perlu diingat, selama kehamilan kedua nutrisi itu harus seimbang. Tidak hanya memenuhi kebutuhan zat gizi makro, zat gizi mikro juga wajib diberikan. 

 

Baca Juga: Penyebab Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

 

Manfaat berat badan ideal selama kehamilan

Hal lain yang juga perlu diluruskan di sini, seorang ibu hamil tidak membutuhkan kenaikan berat badan yang drastis, namun kenaikan berat badan yang ideal. Kisaran kenaikan berat badan ideal saat hamil berbeda-beda antar individu. Kenaikan berat badan normal saat hamil bergantung pada indeks massa tubuh (IMT) serta berat badan sebelum kehamilan. Hamil tidak harus gemuk dan ini berarti ibu hamil wajib memerhatikan berat badan dan kesehatan diri sekaligus menjaga asupan yang seimbang. 

 

Baca Juga: Hindari Kekurangan Gisi Saat Kehamilan, Begini Dampaknya

 

Menurut dokter kandungan, Supriyatiningsih, M.Kes.,SpOG., pengawasan berat badan ibu sangat penting dilakukan. Hal ini berkaitan erat dengan pertumbuhan janin, air ketuban, pengiriman makanan untuk janin melalui darah, plasenta yang sehat, serta kemampuan menyusui jika bayi telah lahir. 

 

Jadi, penting bagi GenBest yang sedang hamil untuk rutin memeriksakan kondisi janin dalam kandungan ke dokter. Jangan beranggapan kalau badan kita gemuk pasti gizi untuk bayi akan terpenuhi, ya!

 

Baca Juga: 5 Tanda Ibu Hamil Kekurangan Gizi

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top