15 Jun

Genbest mungkin pernah membaca kalau mengurangi asupan karbohidrat bisa membuat kita lebih sehat? Hati-hati dengan saran ini, Genbest, karena metode ini mungkin bisa diterapkan pada orang dewasa, tapi TIDAK BERLAKU bagi anak-anak, apalagi balita.

 

Masa balita masih berada dalam rentang 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang merupakan masa pertumbuhan emas anak atau golden age. Pada masa 1.000 HPK, kebutuhan nutrisi dan gizi anak harus terpenuhi dengan baik, agar tumbuh kembangnya optimal. Dengan kata lain, anak membutuhkan makanan bervariasi dan bergizi seimbang yang mengandung protein, lemak, serat, vitamin dan mineral dan tentu karbohidrat.

 

Baca Juga: 7 Makanan Penambah Berat Badan Anak dan Memacu Pertumbuhan 

 

Mengurangi asupan karbohidrat bisa membuat anak kekurangan energi karena karbohidrat merupakan sumber kalori atau energi utama. Oleh tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi gula sederhana yang kemudian beredar dalam aliran darah dan digunakan oleh sel-sel tubuh untuk energi. 

 

Anak balita yang masih sangat aktif, terus bergerak dan belajar, akan membutuhkan banyak energi untuk mengisi hari mereka. Membatasi karbohidrat dapat membatasi jumlah energi yang mereka miliki dan membuatnya mudah lelah.

 

Baca Juga: Stimulasi Sederhana untuk Perkembangan Otak Bayi Usia 6-9 Bulan 

 

Selain itu, anak-anak masih dalam masa pertumbuhan. Bahkan ketika mereka sedang tidur, tubuh mereka membutuhkan energi untuk membuat anak lebih besar dan lebih kuat. 

Saat anak kekurangan karbohidrat dalam waktu yang lama, tubuh akan mengambil protein dalam tubuh sebagai sumber energi sehingga bisa mengganggu laju pertumbuhan anak. Bukan hanya itu saja, merujuk pada laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, anak yang kekurangan karbohidrat (sebagai sumber kalori) berisiko mengalami stunting.

 

Stunting merupakan masalah kesehatan serius, yang tidak hanya menyebabkan tubuh anak menjadi lebih pendek dibandingkan anak seusianya, namun juga mudah sakit karena daya tubuhnya yang lemah. Jangan dilupakan juga, stunting bisa menghambat perkembangan kognitif, motorik, hingga verbal dan meningkatkan risiko obesitas serta memicu penyakit degeneratif pada anak. 

 

Untuk itu, penuhi kebutuhan nutrisi si kecil dengan makanan yang bervariasi dan bergizi seimbang tiap hari, termasuk karbohidrat ya, Genbest!

 

Baca Juga: Kaya Nutrisi, Ini 4 Manfaat Ubi Ungu Sebagai MPASI Anak

TENTANG KAMI

GenBest merupakan sebuah inisiasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting (klik di sini untuk mengetahui apa itu stunting), dengan mendorong masyarakat dari segala usia menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Lewat situs dan media sosial genbest.id, kami menyediakan informasi yang kredibel, menciptakan komunitas yang suportif, dan memberikan pengetahuan kesehatan yang mendalam seputar pola hidup bersih dan sehat, serta stunting, bagi Anda sekeluarga, termasuk si kecil yang masih dalam kandungan dan berusia balita.

How to coax children
To Top