Cara Merangsang Hormon Pertumbuhan Untuk Memaksimalkan Tinggi Anak

Sed ut perspiciatis unde
28 April

Cara Merangsang Hormon Pertumbuhan Untuk Memaksimalkan Tinggi Anak

Siapa yang ingin anak  tumbuh sehat dengan tinggi semampai? Pasti semua, ya, GenBest.  Nah, mumpung si kecil belum berusia 2 tahun, yuk kita manfaatkan masa-masa ini untuk memaksimalkan tingginya.

 

Kenapa sebelum 2 tahun? Genbest, pasti sering mendengar masa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) kan? Masa 1.000 hari pertama kehidupan yang meliputi masa si kecil masih dalam kandungan  sampai anak berusia 2 tahun ini bisa dikatakan sebagai fondasi utama kehidupan anak di masa depan. 

 

Artinya, jika periode emas pertumbuhan anak ini tidak dimanfaatkan dengan optimal, anak dapat mengalami dampak buruk, salah satunya stunting atau perawakan pendek. Beberapa ahli percaya kondisi perawakan pendek setelah usia 2 tahun bersifat irreversible atau tidak bisa diperbaiki lagi.

 

Itulah mengapa waktu tepat memaksimalkan tinggi anak selalu dikaitkan dengan 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya pada usia 0-2 tahun. Bagaimana cara membuat anak tinggi semampai? Dengan merangsang hormon pertumbuhannya. Hormon ini merupakan salah satu hormon yang berperan penting untuk meningkatkan tinggi badan anak.

 

Apa itu Hormon Pertumbuhan?

Hormon pertumbuhan atau human growth hormone (HGH) dihasilkan secara alami oleh kelenjar pituitari atau hipofisis pada otak. Hormon ini lebih banyak diproduksi pada malam hari dibandingkan siang hari. 

 

Kadar hormon pertumbuhan dalam tubuh akan meningkat pada masa anak-anak hingga masa pubertas. Setelah itu, kadar hormon ini akan stabil di usia dewasa, kemudian akan menurun ketika usia paruh baya. 

 

Hormon pertumbuhan ini memastikan anak tumbuh dan berkembang secara normal sesuai usianya. Anak yang kekurangan hormon pertumbuhan akan terlihat lebih pendek dibandingkan teman-teman seusianya. 

 

Meskipun tidak semua anak pendek dipengaruhi oleh hormon pertumbuhan, karena bisa juga karena faktor genetik, nutrisi, hingga tidak adanya stimulasi tumbuh kembang.

 

Ciri anak yang terlihat pendek akibat kekurangan hormon pertumbuhan biasanya dapat dikenali sejak anak berusia 2-3 tahun. Beberapa tanda-tandanya sebagai berikut:

  • Wajah terlihat lebih muda dari anak-anak seusianya.
  • Tinggi badan lebih pendek dari anak seusianya.
  • Tubuh anak tampak sangat gemuk.

 

Baca juga: “Deteksi Dini Cegah Stunting, Perhatikan Berat Badan Anak

 

Cara Meningkatkan Hormon Pertumbuhan 

Kurangnya nutrisi dapat menghambat hormon pertumbuhan sehingga membuat tubuh anak menjadi pendek. Karena itulah, untuk memaksimalkan tinggi badan anak, kebutuhan gizinya harus terpenuhi dengan baik. 

 

Penggambaran pemenuhan gizi anak secara sederhana, dapat  dimulai dari Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dilanjutkan ASI eksklusif selama 6 bulan sejak lahir, lalu memberikan makanan pendampingan ASI (MPASI) mulai usia 6 bulan hingga terus menyusui sampai usia 24 bulan.

 

Pada tahap pemberian MPASI, anak perlu makanan bergizi seimbang. Gizi yang seimbang bisa didapatkan dari makanan beranekaragam dengan jumlah lengkap, pada waktu tepat dan frekuensinya cukup. Pilihlah asupan karbohidrat kompleks seperti kacang-kacangan, buah dan sayur, serta kurangi asupan karbohidrat yang bersumber dari nasi putih dan kue. 

 

Kebutuhan gizi anak pada usia 0-24 bulan yang terpenuhi dengan baik akan memaksimalkan tinggi anak dan tentu akan menghindarkan si kecil dari risiko stunting. (Baca juga: “Memiliki Protein Tinggi, Sering Konsumsi Ikan Bisa Mencegah Stunting

 

Kebutuhan tidur anak juga terkait erat dengan tinggi badan anak. Ketika tidur, tubuh akan menghasilkan hormon-hormon pertumbuhan yang bisa membantu mengoptimalkan tinggi tubuhnya.

 

 Jadi pastikan si kecil mendapat tidur yang cukup  karena kebutuhan setiap tahapan usia anak bisa berbeda. Bayi berusia 0-3 bulan, misalnya, membutuhkan waktu tidur antara 14-17 jam setiap hari. Pada bayi usia 4-11 bulan butuh tidur sekitar 12-15 jam dan pada usia 1-2 tahun, si kecil membutuhkan tidur 10-13 jam. 

 

Cara lain memaksimalkan tinggi badan anak? Betul dengan bergerak aktif.  Menurut Kids Health, balita perlu bermain aktif setidaknya 60 menit tiap hari. Saat anak aktif bergerak tubuh juga akan memproduksi hormon pertumbuhan.

 

Siap memaksimalkan tinggi tubuh si kecil?

 

Baca juga: “Tidur Nyenyak dan Rutin Olahraga Bantu Anak Tumbuh Lebih Tinggi

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top