13 Aug

Apakah Genbest ingin menunda memiliki momongan, namun ragu-ragu menggunakan alat kontrasepsi karena takut gemuk atau takut nanti sulit hamil lagi, dan sebagainya? Khawatir wajar, kok. Tapi pastikan Genbest mendapat informasi yang tepat mengenai alat kontrasepsi ini. Jangan sampai karena kelamaan mikir, akhirnya Genbest jadi kebobolan. 

 

Bagi ibu yang baru melahirkan, mengatur jarak kehamilan menjadi begitu penting karena, selain jadi memiliki waktu untuk memulihkan kondisinya, ibu juga bisa memberikan ASI eksklusif bagi si kecil. 

 

Mengatur jarak kehamilan tidak terlalu dekat juga mencegah ibu mengalami masalah dalam kehamilan, termasuk kelahiran prematur yang dapat meningkatkan risiko stunting pada anak. 

 

Cara efektif untuk mengatur jarak kehamilan adalah menggunakan alat kontrasepsi atau Keluarga Berencana (KB). Memang masih beredarnya informasi simpang siur seputar alat kontrasepsi bisa membuat ibu kebingungan. 

 

Baca Juga: 5 Alat Kontrasepsi yang Efektif Mengatur Jarak Kehamilan 

 

Nah, agar kita tidak termakan berita hoaks, sebaiknya kita ketahui mitos dan fakta seputar alat kontrasepsi dan KB berikut ini:

 

Mitos: Jarang berhubungan tidak butuh alat kontrasepsi

Kegunaan alat kontrasepsi adalah mencegah kehamilan di luar rencana. Tidak sedikit orang berpikir jika jarang berhubungan intim berarti tidak membutuhkan alat kontrasepsi.

 

Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Karena kita tidak bisa memprediksi kapan waktu pembuahan akan terjadi. Untuk itu, pastikan tetap menggunakan alat kontrasepsi meski jarang berhubungan intim.

 

Mitos: Alat kontrasepsi merusak kesuburan perempuan

Tidak sedikit perempuan khawatir melakukan KB karena takut merusak kesuburan. Faktanya, ini hanya sekadar mitos. 

 

Memang benar perlu waktu beberapa bulan untuk mengembalikan siklus menstruasi normal pasca-suntik KB, pil KB, atau implan KB. Namun tidak ada bukti ilmiah yang menyebutkan hal ini berpengaruh dalam jangka waktu yang panjang, atau bahkan permanen.

 

Baca Juga: Berbagai Mitos Seputar Penyebab Sulit Punya Anak 

 

Mitos: Pil KB bikin gemuk

Melansir Web MD, sebuah tinjauan dari 44 penelitian menunjukkan tidak ada bukti bahwa pil KB menyebabkan kenaikan berat badan pada kebanyakan wanita. Namun, kalaupun ada wanita yang merasa berat badannya naik setelah minum pil KB, ini sering merupakan efek samping sementara yang umumnya hilang dalam waktu 2 sampai 3 bulan.

 

Perlu juga diketahui, pil KB yang ada saat ini berbeda dengan pil KB sebelumnya yang memiliki kadar estrogen dan progestin sangat tinggi sehingga membuat nafsu makan meningkat. Pil KB yang saat ini beredar memiliki jumlah hormon yang jauh lebih rendah sehingga kenaikan berat badan tidak akan menjadi masalah.

 

Mitos: KB memicu risiko kanker

Penggunaan alat kontrasepsi, khususnya pil KB, dipercaya banyak orang bisa memicu sel kanker. Hal ini memang masih menjadi perdebatan terkait ditemukannya beberapa kasus kanker, seperti kanker serviks dan kanker payudara. Bicarakan dengan dokter, jika Genbest khawatir. Dokter umumnya akan meninjau riwayat medis Genbest dan keluarga untuk membantu menentukan bentuk kontrasepsi mana yang paling aman.

 

Mitos: KB IUD bisa berpindah tempat 

Dalam laman Tunda Kehamilan dijelaskan, IUD sebenarnya tidak dapat berpindah tempat, seperti keluar dari rahim. Namun, ada kemungkinan bergeser sedikit karena adanya kontraksi rahim saat menstruasi. 

 

Untuk itulah Genbest yang tertarik menggunakan IUD, lakukan kontrol secara rutin, minimal setahun sekali untuk mengecek posisi IUD atau jika ada keluhan lainnya.

 

Baca Juga: Ingin KB Alami dengan Menyusui? Ini Syaratnya 

TENTANG KAMI

GenBest merupakan sebuah inisiasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting (klik di sini untuk mengetahui apa itu stunting), dengan mendorong masyarakat dari segala usia menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Lewat situs dan media sosial genbest.id, kami menyediakan informasi yang kredibel, menciptakan komunitas yang suportif, dan memberikan pengetahuan kesehatan yang mendalam seputar pola hidup bersih dan sehat, serta stunting, bagi Anda sekeluarga, termasuk si kecil yang masih dalam kandungan dan berusia balita.

How to coax children
To Top