14 Apr

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh si kecil keliru menganggap protein di dalam makanan sebagai ancaman bagi tubuh. Untuk mengatasi zat protein yang dianggap mengancam tersebut, sistem kekebalan tubuh melepaskan antibodi khusus yang dikenal sebagai immunoglobulin E (IgE). Itulah mengapa setiap kali anak mengonsumsi makanan penyebab alergi, antibodinya mengirimkan sinyal agar sistem kekebalan tubuh bereaksi, yang kita kenal dengan alergi. 

 

Di masa 1.000 hari pertama kehidupan, diet seimbang dan kaya nutrisi tentu sangat penting untuk pertumbuhan anak (Baca juga: “Jangan Abaikan Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Ini Alasannya”). Karena itu penting untuk menemukan sumber nutrisi pengganti yang aman untuk si kecil yang mengalami alergi. Website Kids With Food Allergies memberikan beberapa ide yang bisa dicoba, bila si kecil mengalami alergi makanan tertentu:

 

Alergi telur

Telur menyediakan sumber protein berkualitas serta zat besi, biotin, asam pantotenat, riboflavin, selenium, dan vitamin A, D, E dan B12. Bila si kecil alergi telur, ia bisa mendapatkan asupan protein dari sumber protein lain, seperti: susu, daging, unggas, ikan, dan kacang-kacangan. Pastikan anak tidak alergi terhadap makanan penggantinya ini.  

 

Untuk selenium dan vitamin B12, telur bisa digantikan daging, sementara asam folat yang ada pada telur, juga ada dalam kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran hijau, seperti brokoli dan alpukat. Jika anak  mengonsumsi berbagai makanan lain, alergi telur tidak akan membuatnya kekurangan gizi.

 

Alergi ikan/seafood 

Ikan adalah sumber protein yang baik. Ikan mengandung nutrisi niacin, vitamin B6, B12, A dan E. Ikan juga mengandung fosfor, selenium, magnesium, zat besi dan seng. Jika anak harus menghindari ikan, kamu dapat menemukan nutrisi yang sama dari sumber lain, seperti daging, biji-bijian, dan kacang-kacangan

 

Alergi kacang-kacangan

Kacang-kacangan adalah sumber protein yang baik. Kacang juga sumber niasin, magnesium, vitamin E dan B6, mangan, asam pantotenat, kromium, folacin, tembaga, dan biotin. Anak bisa mendapatkan protein, vitamin, dan nutrisi lainnya  dengan mengonsumsi berbagai kelompok makanan lain, seperti daging, telur, dan sebagainya.

 

Alergi kedelai

Kacang kedelai selain  mengandung protein berkualitas tinggi, juga thiamin, riboflavin, zat besi, fosfor, magnesium, kalsium, seng dan vitamin B6. Alergi kedelai tidak boleh menimbulkan masalah gizi pada anak karena banyak pengganti untuk sumber protein, mineral, vitamin, seperti buah, sayuran, daging, telur, dan sebagainya.

 

Alergi susu sapi

Beberapa bayi yang karena satu dan lain hal tidak bisa menyusu ASI akan membutuhkan susu formula sebagai gantinya. Namun, alergi susu sapi adalah salah satu alergi makanan yang paling umum terjadi pada balita. Padahal susu menyediakan sumber nutrisi yang penting, seperti protein, kalsium, vitamin D, vitamin A, vitamin B12, riboflavin dan fosfor. 

 

Daging, unggas, telur, ikan dan kacang-kacangan dapat dengan mudah menyediakan protein yang dibutuhkan. Tetapi untuk mendapatkan kalsium yang cukup, anak perlu makan banyak makan sayuran hijau. Masalahnya, ketika anak sulit makan sayur, mungkin si kecil perlu diberikan tambahan suplemen kalsium.Untuk itu, jangan lupa untuk mengonsultasikan masalah ini kepada dokter, ya.

 

Baca juga: Jangan Sembarangan Saat Memberi MPASI Bayi

TENTANG KAMI

GenBest merupakan sebuah inisiasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting (klik di sini untuk mengetahui apa itu stunting), dengan mendorong masyarakat dari segala usia menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Lewat situs dan media sosial genbest.id, kami menyediakan informasi yang kredibel, menciptakan komunitas yang suportif, dan memberikan pengetahuan kesehatan yang mendalam seputar pola hidup bersih dan sehat, serta stunting, bagi Anda sekeluarga, termasuk si kecil yang masih dalam kandungan dan berusia balita.

How to coax children
To Top