Tips Mengatasi Demam Pasca Anak Imunisasi

Sed ut perspiciatis unde
21 Jul

Tips Mengatasi Demam Pasca Anak Imunisasi

GenBest, si kecil tidak pernah melewatkan jadwal imunisasinya kan? Jangan ya… Imunisasi adalah salah satu cara melindungi si kecil dari penyakit berbahaya. Saking pentingnya imunisasi ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau bayi dan anak untuk tetap mendapatkan imunisasi wajib, meskipun kita berada di tengah pandemi COVID-19. 

 

Yang perlu diketahui, ketika vaksin masuk ke dalam tubuh, itu akan mengaktifkan sel-sel kekebalan tubuh anak. Respons tubuh yang muncul setelah imunisasi biasanya bengkak di bekas lokasi injeksi dan si kecil mengalami demam. Demam inilah yang terkadang membuat khawatir orang tua. Padahal demam merupakan tanda kalau respons kekebalan tubuh anak bekerja dengan baik.

 

Baca Juga: Jangan Dianggap Remeh Ini Pentingnya Imunisasi Buat Anak

 

Biasanya demam terjadi dalam 12-24 jam setelah imunisasi dan akan hilang sendiri. Yang bisa GenBest lakukan adalah mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan si kecil saat demam. Caranya, seperti di bawah ini:

 

1. Berikan ASI lebih sering 

Saat terkena demam anak akan lebih mudah terkena dehidrasi. Berikan banyak cairan untuk diminum. Bila si kecil masih ASI eksklusif, berikan ASI lebih sering dari biasanya.

 

2. Kompres menggunakan air hangat

Mengompres air hangat merupakan salah satu cara yang bisa GenBest lakukan untuk menurunkan demam anak. Cukup kompres selama kurang lebih 15 menit dan selalu ganti air jika sudah dingin. Karena air dingin justru dapat mempersempit pembuluh darah bawah kulit yang menyebabkan demam terjebak dalam tubuh dan tidak turun.

 

3. Pakaian nyaman dan menyerap keringat 

Pasti GenBest, berpikir kalau si kecil demam harus diberikan pakaian tebal dan selimut, ya? Ternyata hal ini justru tidak baik, lhoKarena pakaian tebal dan rapat justru menjebak suhu panas di dalam tubuh, bahkan bisa mengakibatkan kejang. 

 

Berikan si kecil pakaian yang tipis dan nyaman, namun rutin menggantinya untuk menjaga kebersihan. Jika ada, sebaiknya berikan ia pakaian yang berbahan katun dan lembut, sehingga dapat menyerap panas dan keringat.

 

Baca Juga: Bolehkah Anak Hanya Diimunisasi Yang Diwajibkan Pemerintah?

 

4. Menjaga suhu kamar

Rasa tidak nyaman yang dirasakan si kecil karena terkena demam akibat imunisasi bisa membuatnya rewel, apalagi jika ditambah dengan kondisi kamar yang panas dan pengap. Buka seluruh ventilasi agar udara bisa mengalir lebih maksimal. 

 

Jika kamar dilengkapi dengan pendingin ruangan tentu lebih baik lagi. GenBest bisa langsung mengatur temperatur udara menjadi 18 derajat Celsius. Tapi sesekali tetap biarkan udara dari luar masuk dengan membuka ventilasi, ya.

 

5. Istirahat yang cukup

Ketika demam setelah imunisasi si kecil akan lebih mudah rewel. Hal ini sangat wajar karena ia merasakan kondisi tubuhnya yang kurang nyaman. Meski begitu, GenBest harus mengupayakan agar si kecil mendapatkan istirahat yang cukup. Karena tidur bisa menjadi salah satu cara untuk mempercepat penyembuhan tubuh si kecil.

 

6. Pantau suhu secara berkala

Memantau suhu badan anak secara berkala berfungsi mengetahui kondisinya dari waktu ke waktu. Sebagian besar anak yang mengalami demam pasca imunisasi dapat sembuh tanpa dibawa ke dokter. Namun jika setelah dicek secara berkala suhu badan si kecil tidak kunjung turun, GenBest patut waspada. Segera konsultasikan ke dokter jika kondisi si kecil tak kunjung reda.

 

Baca Juga: Anak Terlambat Imunisasi Dasar, Harus Bagaimana, Dong?

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top