Ternyata Ayah Perlu Dilibatkan Mencegah Stunting

Sed ut perspiciatis unde
20 Agustus

Ternyata Ayah Perlu Dilibatkan Mencegah Stunting

Di Indonesia, 1 dari 3 anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting, yakni pertumbuhan fisik dan kognisi yang kurang optimal akibat kurang gizi sejak di dalam kandungan hingga usia dua tahun.

 

Dengan angka ini, Indonesia berada di peringkat kelima negara dengan angka stunting tertinggi di dunia. Stunting juga dapat merugikan negara sebesar Rp 300 triliun per tahun.

 

Pelatihan pola asuh yang baik untuk nutrisi anak dan pengetahuan mengenai nutrisi ibu hamil menjadi penting untuk dilakukan, terutama dengan melibatkan ayah yang memiliki peran setara dengan ibu untuk pengasuhan anak.

 

Sebagai upaya menurunkan dan mencegah stunting, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan uji coba modul untuk “Pelibatan Ayah dalam Pencegahan Stunting”.

 

 Ayah memiliki tanggung jawab yang setara dengan ibu dalam mengasuh anak dan melakukan pekerjaan rumah tangga.

 

Modul kelas ayah mencakup langkah-langkah praktis yang harus dilakukan ayah pada berbagai tahapan, yakni sejak masa kehamilan ibu, pemberian ASI eksklusif, hingga anak tumbuh besar.

 

Keterlibatan ayah diharapkan dapat mencegah stunting dan meringankan beban pekerjaan ibu di rumah.

 

Kelas ayah merupakan salah satu langkah strategis pencegahan stunting yang merangkul lebih banyak pihak. Hal ini melengkapi layanan konseling gizi yang telah ada baik bagi calon orang tua, orang tua dan orang yang bertanggung jawab terhadap anak mereka.

 

Modul ini berisi pengasuhan anak dalam perspektif hak anak, relasi yang setara antara ayah dan ibu.

 

Kemudian, makanan bergizi bagi ibu dan anak balita, serta cara mengelola keuangan keluarga agar dapat menyediakan makanan yang bergizi dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top