17 Aug

Kolostrum merupakan ASI yang keluar pertama kali yang dihasilkan oleh kelenjar payudara.  Kolostrum sebenarnya sudah diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 bulan. Tidak heran, kalau ada beberapa ibu hamil yang kolostrumnya menetes pada minggu-minggu terakhir kehamilannya.

 

Setelah bayi dilahirkan, biasanya tubuh ibu akan memproduksi kolostrum secara eksklusif selama 2-5 hari, baru setelah itu berubah menjadi ASI.   Ciri-ciri kolostrum adalah berwarna kekuningan atau krem, dan ketika dipegang terasa lebih kental jika dibandingkan ASI pada umumnya.

 

Melihat warna yang berbeda dari ASI, kolostrum seringkali dikira cairan ASI yang tidak berkualitas baik. Padahal ini sangat keliru. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kolostrum sangat baik untuk mendorong tumbuh kembang anak, karena memiliki berbagai kandungan gizi penting.

 

Anjuran WHO untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) salah satunya juga ditujukan agar bayi mendapatkan kolostrum. Kolostrum  disebut-sebut sebagai superfood, karena memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan bayi di hari pertama kehidupannya.

 

Dikutip dari kompas.com, menurut studi yang dilakukan para peneliti Turki tahun 2007, risiko mengalami stunting juga meningkat pada anak yang tidak diberikan kolostrum. Penelitian di Ethiopia juga menunjukkan hasil serupa.

 

Stunting sendiri adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah dua tahun yang disebabkan oleh masalah gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Karena itulah ibu selalu disarankan untuk memerhatikan gizi sejak masa kehamilan hingga si kecil dilahirkan, termasuk menjalani IMD, salah satunya, agar bayi dapat mendapatkan kolostrum

 

Baca Juga: Ini Waktu Terbaik Melakukan IMD dan Prosesnya

 

Kandungan nutrisi dalam kolostrum

Ada berbagai jenis nutrisi yang terdapat dalam kolostrum, di antaranya protein, lemak, vitamin A, B6, B12, dan K, mineral, antioksidan, serta immunoglobulin. Kolostrum juga kaya akan nutrisi, seperti seng dan kalsium yang penting untuk pertumbuhan tulang anak.

 

Tidak hanya nutrisi, kolostrum pun mengandung enzim-enzim pencernaan yang belum mampu diproduksi sendiri oleh tubuh bayi. Beberapa enzim yang terdapat pada kolostrum adalah; enzim protease yang berfungsi untuk menguraikan protein, enzim lipase untuk menguraikan lemak, serta enzim amilase yang bermanfaat untuk menguraikan karbohidrat.

Enzim-enzim tersebut yang membuat kolostrum mudah dicerna oleh sistem pencernaan anak yang belum sempurna. Jadi jangan sampai kita kehilangan superfood yang satu ini, ya, GenBest.

 

Manfaat kolostrum bagi tumbuh kembang anak

Kandungan nutrisi yang tinggi dalam kolostrum membuat ASI pertama ini mampu memberikan berbagai manfaat penting bagi tumbuh kembang anak. Kolostrum merupakan asupan sempurna bagi bayi, karena mengandung protein tinggi serta rendah lemak dan gula.

 

Kolostrum juga dapat menjadi pencahar alami yang bisa membantu bayi baru lahir membersihkan tinja yang menumpuk di ususnya. Sesegera mungkin membuang tinja dari usus bayi setelah kelahiran dapat mengurangi risiko terkena penyakit kuning.

 

Kandungan leukosit yang tinggi pada kolostrum bermanfaat melindungi bayi dari infeksi bakteri dan virus. Selain itu zat immunoglobulin A yang tinggi juga penting untuk menurunkan risiko infeksi pernapasan, perut, dan telinga.

 

Maka bayi yang memperoleh kolostrum berisiko lebih rendah terkena pneumonia, bronkitis, dan flu. Kandungan Immunoglobulin A juga dapat melindungi saluran pencernaan si kecil dan membunuh bakteri.

 

Tidak kalah penting, kolostrum juga dapat mencegah bayi dari ancaman stunting atau gagal tumbuh. Hal ini karena tingginya kadar nutrisi yang dimiliki kolostrum mampu untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi baru lahir.

 

Bukan hanya itu, kemampuan kolostrum dalam membangun antibodi bayi dapat mencegahnya dari risiko penyakit. Bayi yang tumbuh sehat tanpa gangguan penyakit berpotensi besar untuk tumbuh normal dan terhindar dari risiko stunting.

 

Melihat manfaat kolostrum yang begitu besar, maka jangan sampai si kecil melewatkannya, ya. Langkah pertama untuk memberikan kolostrum ada si kecil adalah melakukan IMD.

 

Baca Juga: IMD dan ASI Eksklusif Bisa Mencegah Stunting

TENTANG KAMI

GenBest merupakan sebuah inisiasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting (klik di sini untuk mengetahui apa itu stunting), dengan mendorong masyarakat dari segala usia menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Lewat situs dan media sosial genbest.id, kami menyediakan informasi yang kredibel, menciptakan komunitas yang suportif, dan memberikan pengetahuan kesehatan yang mendalam seputar pola hidup bersih dan sehat, serta stunting, bagi Anda sekeluarga, termasuk si kecil yang masih dalam kandungan dan berusia balita.

How to coax children
To Top