Ini Waktu Terbaik Melakukan IMD dan Prosesnya

Sed ut perspiciatis unde
22 Juni

Ini Waktu Terbaik Melakukan IMD dan Prosesnya

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan proses pemberian ASI saat bayi baru dilahirkan. IMD memiliki berbagai manfaat bagi si kecil. Bayi yang mendapatkan IMD akan memperoleh kolostrum yang berguna bagi daya tahan tubuhnya. 

 

IMD juga bermanfaat untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif, serta memperkuat hubungan ibu dan buah hati. Hal ini karena IMD dapat menciptakan keintiman antara bayi dan ibu melalui skin to skin contact setelah kelahiran. 

 

Mengingat pentingnya IMD bagi kehidupan anak, pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan UNICEF yang merekomendasikan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sebagai tindakan penyelamatan hidup. 

 

Kabar baiknya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI angka Inisiasi Menyusui Dini di Indonesia terus meningkat, dari 51,8% tahun 2016 menjadi 57,8% pada tahun 2017. Namun jumlah ini masih jauh dari target awal, yakni 90%. 

 

Baca juga: IMD Bisa Cegah Stunting https://www.genbest.id/articles/imd-dan-asi-eksklusif-bisa-mencegah-stunting

 

Kapan waktu terbaik inisiasi menyusui dini?

Menurut WHO proses Inisiasi Menyusui Dini dijalankan dalam satu jam pertama sejak bayi lahir. Umumnya, sebagian besar bayi berhasil menemukan puting susu ibunya dalam waktu 30-60 menit. Dalam proses ini si kecil akan bergerak secara aktif di atas perut ibu. 

 

Saat melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini, ibu dan bayi tidak dipisahkan oleh apa pun, alias skin to skin contact. Selama prosesnya bayi akan mencari puting susu ibu lalu jika sudah ketemu, ia akan mulai menyusui. 

 

Dr. Utami Roesli, seorang dokter spesialis anak sekaligus aktivis ASI Indonesia, yang dikutip dari Parenting Orami menyebutkan inti dari IMD bukan memberikan ASI dengan segera. Namun inti dari IMD adalah kontak kulit sedini mungkin, minimal satu jam antara bayi dengan ibunya. 

 

Baca Juga: 5 Hal yang Wajid Diketahui Tentang IMD

 

Bagaimana cara melakukan IMD?

Berikut ini rangkaian proses IMD, dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Umumnya proses ini dibantu oleh dokter atau bidan yang menangani persalinan.

 

1. Letakkan bayi di atas perut ibu

Setelah bayi dibersihkan dan dikeringkan, letakkan ia di atas perut ibu, untuk yang menjalani operasi caesar, bayi diletakkan di atas dada. Lalu, keringkan bayi mulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya, kecuali kedua tangannya. Bau cairan amnion pada tangan bayi akan memudahkannya untuk mencari puting susu ibu karena memiliki bau yang sama.

 

Maka agar baunya tidak hilang, dada ibu juga tidak boleh dibersihkan. Saat proses mengeringkan tubuh bayi tidak perlu sampai menghilangkan verniks, karena verniks dapat berfungsi sebagai penahan panas pada tubuh si kecil.

 

2. Tengkurapkan bayi di atas perut ibu

Setelah tali pusar bayi dipotong dan diikat, tengkurapkan bayi di atas perut ibu dengan kepala menghadap ke arah kepala ibunya.

 

3. Biarkan proses stimulasi terjadi

Bayi akan mulai bergerak dengan menendang atau menggerakkan kaki, bahu dan lengannya. Biasanya proses ini terjadi setelah 12-44 menit, sejak Inisiasi Menyusui Dini pertama diletakkan. Stimulasi ini akan membantu uterus berkontraksi. 

Uniknya, meskipun kemampuan melihatnya terbatas, bayi dapat melihat areola mammae yang berwarna lebih gelap dan bergerak menuju ke sana. Si kecil akan membentur-benturkan kepalanya ke dada ibu. Proses ini merupakan stimulasi yang menyerupai pijatan pada payudara ibu.

 

4. Biarkan bayi perlahan mencapai puting

Bayi secara perlahan mencapai puting dengan mengandalkan indra penciuman yang dipandu oleh bau pada kedua tangannya. Mulanya bayi akan mengangkat kepala, mengulum puting, hingga kemudian menyusu. Biasanya hal ini dapat tercapai dengan kisaran waktu antara 27-71 menit.

 

Di awal, bayi hanya menyusu sebentar kurang lebih 15 menit. Selama 2-2,5 jam berikutnya tidak ada keinginan bayi untuk menyusu kembali. Selama menyusu si kecil akan mengkoordinasi gerakkan menghisap, menelan, dan bernapas.

 

Baca Juga: Persiapan Persalinan di Tengah Pandemi COVID-19

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top