Ketahui Dampak Masa Depan Stunting pada Anak

Sed ut perspiciatis unde
8 Agustus

Ketahui Dampak Masa Depan Stunting pada Anak

Stunting atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Dalam jangka pendek, kekurangan gizi akan menyebabkan gangguan kecerdasan, tidak optimalnya ukuran fisik tubuh, serta gangguan metabolisme.

 

Sementara itu, dalam jangka panjang, kekurangan gizi menyebabkan menurunnya kapasitas intelektual yang akan berpengaruh pada produktivitas saat dewasa, serta meningkatkan risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung koroner, dan stroke.

 

Belum lagi ditambah pengaruh stunting terhadap tingkat inteligensi, lebih banyak anak yang ber-IQ rendah di kalangan anak stunting daripada di kalangan anak yang tidak stunting. Bahkan, di usia produktif, anak stunting memiliki penghasilan 20 persen lebih rendah daripada anak yang tumbuh optimal. 

 

Perlu diketahui, saat ini satu dari tiga anak balta di Indonesia menderita stunting. Lalu apakah stunting bisa dicegah? Ya, stunting bisa dicegah dengan memastikan kesehatan dan kecukupan gizi pada 1.000 HPK.

 

Memasuki masa kehamilan, ibu hamil konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama makanan bersumber protein hewani, agar janin selalu sehat dan bayi lahir selamat. Saat bayi berusia 0-6 bulan hanya mendapatkan ASI selama 6 bulan pertama.

 

Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dengan jumlah, frekuensi dan keragaman yang cukup sesuai usianya. Pemberian ASI tetap dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun. Tak lupa, pemberian zat besi pada remaja putri juga diperlukan untuk mencegah anemia. 

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top