29 Mar

GenBest pasti tahu kan kalau stunting atau tubuh pendek menjadi salah satu masalah tumbuh kembang anak yang serius di Indonesia. Walaupun disebabkan banyak faktor, kekurangan gizi dalam waktu yang lama dianggap sebagai penyebab utama stunting. Kekurangan gizi di sini dapat berupa kurangnya jumlah asupan makanan atau kualitas makanannya yang memang kurang baik. 

 

Menurut Dr. dr. Dian Novita Chandra, M. Gizi, staf pengajar dari Departemen Ilmu Gizi FKUI dalam website resmi Universitas Indonesia, kondisi stunting akan memberi dampak buruk bagi anak, baik dampak jangka pendek maupun jangka panjang. 

 

Perkembangan otak anak stunting, menurut Dian, akan mengalami keterhambatan akibat kekurangan gizi kronis di awal kehidupannya. Kelak, ini yang akan memengaruhi kecerdasan dan nilai-nilanya di sekolahdibanding anak-anak yang tidak stunting. 

 

Selain itu, anak stunting juga akan mudah sakit. Mengapa? Karena pertumbuhan tinggi dan komposisi otot tubuhnya terhambat yang pada akhirnya akan menurunkan sistem kekebalan tubuhnya.

 

Dari data dan riset yang dilakukan oleh Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), jumlah balita yang mengalami stunting di Indonesia tercatat mencapai 27,67%. Artinya, ada sekitar 6,3 juta dari 23 juta balita di Indonesia yang mengalami stunting. 

 

Meskipun jumlah stunting di Indonesia telah menurun sebesar 3,1% pada tahun 2019, namun tetap saja angka ini terbilang tinggi. Karena angka maksimal stunting yang ditetapkan oleh WHO dalam suatu negara adalah seperlima atau 20% dari total keseluruhan balita. Karena itu, setiap tahunnya pemerintah Indonesia menargetkan penurunan angkat stunting hingga 3%, sehingga pada tahun 2024 tercapai target penurunan stunting sebesar 19%.

 

Kapan Waktu Yang tepat Mencegah Stunting

Kalau kamu pernah mendengar fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ini adalah saat tepat untuk mencegah stunting. Fase 1000 HPK mencakup 270 hari selama janin dalam kandungan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan anak. Ini berarti ibu sangat perlu memerhatikan makanannya selama hamil.

 

Periode 1.000 hari pertama kehidupan anak dikenal sebagai periode emas pertumbuhan anak. Hal ini dikarenakan, pada masa itu pertumbuhan otak anak sangatlah pesat sehingga, apa pun yang diterimanya dalam periode emas ini akan berdampak pada masa depannya kelak. 

 

Nah, berikut cara mencegah stunting yang perlu  diketahui:

 

  1. Konsumsi makanan tinggi nutrisi

Berkaitan dengan masa 1.000 hari pertama kehidupan anak, calon Ibu harus mengonsumsi nutrisi penting, seperti zat besi, asam folat, dan yodium. Jika kekurangan zat besi dan asam folat, ibu hamil akan lebih berisiko terkena anemia yang juga akan meningkatkan risiko anak stunting. 

 

  1. Berikan ASI eksklusif

Masih berkaitan dengan 1.000 hari pertama kehidupan, Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif adalah salah satu yang bisa kita lakukan untuk mencegah anak stunting. Hal ini dikarenakan, setiap kandungan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan bayi ada pada ASI. (Baca juga: “IMD dan ASI Eksklusif Bisa Mencegah Stunting”)

 

  1. Jalankan kebiasaan hidup bersih

Kebiasaan hidup bersih adalah kunci memiliki kekebalan tubuh yang sehat. Untuk itu, biasakan anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Meskipun sepele, namun cara ini dapat mencegah anak stunting. Karena kalau malas menjalankan hidup bersih, anak akan sering sakit yang bisa menganggu tumbuh kembangnya.

 

Namun kamu pasti juga menyadari kalau masalah stunting dan gizi buruk adalah masalah kompleks. Untuk itu pencegahan harus dilakukan secara kontinu di setiap tahapan hidup, yaitu dari masa kanak-kanak, masa remaja, masa kehamilan, masa menyusui, dan terus selanjutnya. 

TENTANG KAMI

GenBest merupakan sebuah inisiasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting (klik di sini untuk mengetahui apa itu stunting), dengan mendorong masyarakat dari segala usia menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Lewat situs dan media sosial genbest.id, kami menyediakan informasi yang kredibel, menciptakan komunitas yang suportif, dan memberikan pengetahuan kesehatan yang mendalam seputar pola hidup bersih dan sehat, serta stunting, bagi Anda sekeluarga, termasuk si kecil yang masih dalam kandungan dan berusia balita.

How to coax children
To Top