Bumil, Ini Panduan Pemeriksaan Kehamilan Saat Pandemi COVID-19

Sed ut perspiciatis unde
21 Juni

Bumil, Ini Panduan Pemeriksaan Kehamilan Saat Pandemi COVID-19

Bagi GenBest yang sedang hamil pasti bertanya-tanya, apakah bisa melakukan pemeriksaan atau konsultasi kehamilan di tengah pandemi COVID-19 sekarang ini?  Satu yang harus GenBest ingat, pemeriksaan kehamilan di tengah pandemi COVID-19 itu masih bisa dilakukan. 

 

Kontrol rutin amat penting bagi kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang janin. Jangan dilupakan masa 1.000 hari pertama kehidupan yang merupakan masa-masa krusial tumbuh kembang anak sudah dimulai sejak masa kehamilan.

 

Tapi bagaimana dengan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini? Bukankah ibu hamil lebih rentan kalau tertular? Ada beberapa pertimbangan dan panduan dalam pemeriksaan kehamilan di tengah pandemi COVID-19 yang harus GenBest perhatikan. 

 

Berikut “Pedoman Bagi Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, dan Bayi Baru Lahir di Era Pandemi COVID-19” yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI:

 

Baca juga: Panduan Menyusui Ibu Positif COVID-19

 

Trimester pertama

Pemeriksaan kehamilan untuk pertama kalinya harus dilakukan oleh dokter di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk screening faktor risiko kehamilan. Misalnya, Program Pencegahan dan Penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari calon ibu ke janin di kandungan. 

 

Pemeriksaan ini juga bertujuan untuk melihat apakah ibu memang hamil atau mengalami hamil ektopik (hamil di luar kandungan). Pada masa pandemi COVID-19, pemeriksaan di trimester pertama dilakukan setelah membuat perjanjian sebelumnya sehingga GenBest tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit.

 

Trimester kedua

Pada masa pandemi COVID-19 ini pemeriksaan kehamilan di trimester kedua tetap dilakukan hanya saja tidak secara langsung, melainkan melalui telekonsultasi klinis, kecuali bila pada ibu hamil ditemukan beberapa keluhan atau gangguan kesehatan yang perlu ditangani secara langsung.

 

Ibu hamil yang pada kunjungan pertama terdeteksi memiliki faktor penyulit atau faktor risiko (seperti ibu hamil dengan HIV, Sifilis dan Hepatitis B) harus memeriksakan kehamilannya dengan datang ke fasyankes (sebelumnya lakukan perjanjian dulu dengan dokter). Jika Ibu tidak datang ke fasyankes, maka tenaga kesehatan yang akan melakukan kunjungan rumah. 

 

Trimester ketiga

Di trimester ketiga, GenBest harus melakukan pemeriksaan kehamilan untuk mempersiapkan proses persalinan. Pemeriksaan kehamilan dilakukan satu bulan sebelum perkiraan persalinan.

Di rumah, GenBest juga harus terus memantau gerakan janin.  Saat memasuki usia kehamilan 20 minggu biasanya GenBest sudah dapat merasakan gerakan janin. Setelah usia kehamilan 28 minggu, hitunglah gerakan janin secara mandiri (minimal 10 gerakan per 2 jam). 

 

Kapan Harus Segera Memeriksakan Kehamilan?

Karena pemeriksaan kehamilan dibatasi selama masa pandemi COVID-19, GenBest harus mempelajari tanda-tanda bahaya selama kehamilan. Beberapa tanda itu adalah:

  • Mual dan muntah hebat
  • Pendarahan banyak
  • Gerakan janin berkurang
  • Ketuban pecah
  • Nyeri kepala hebat
  • Tekanan darah tinggi
  • Kontraksi berulang dan kejang

 

GenBest juga tetap harus menjaga kesehatan dengan terus mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kebersihan agar janin tumbuh sehat optimal dan jauh dari risiko terkena stunting.  Meski GenBest banyak di rumah, tetaplah aktif bergerak. Kalau sebelumnya GenBest sering  berolahraga, seperti senam hamil, yoga, pilates, GenBest tetap bisa terus melakukannya di rumah agar tetap bugar dan sehat. Satu lagi, jangan lupa tetap minum tablet tambah darah sesuai dosis yang diberikan oleh tenaga kesehatan.

 

Baca juga: Faktor Risiko Stunting, Ibu Muda Wajib Tahu

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top