Yuk, Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Konsumsi

Sed ut perspiciatis unde
20 Agustus

Yuk, Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Konsumsi

Tantangan pola konsumsi untuk pencegahan stunting meliputi apa saja? Mulai dari dari kurang gizi makro, kurang protein hewani, kurang sayur dan buah, kurang gizi mikro, praktik inisiasi menyusui dini (IMD), ASI eksklusif 6 bulan dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

 

Pola makan adalah kebiasaan makan seseorang atau sekelompok orang memilih makanan yang dikonsumsinya dipengaruhi oleh instrinsik, fisiologis, dan ekstrinsik-lingkungan alam (kebiasaan makan pada umumnya, pangan lokal), budaya, agama dan lingkungan sosial.

 

Yuk kita kupas satu per satu:

 

1. Kurang Gizi Makro

Seperti yang kita tahu hidangan sehari-hari penduduk Indonesia terbesr dari konsumsi serelia, lalu diikuti ikan, sayur dan olahan, kacang dan olahan, daging dan olahan serta umbi-umbian. Sisanya lebih sedikit termasuk susu bubuk dan cair.

 

2. Kurang Protein Hewani

Jika dilihat dari konsumsi kelompok bahan makanan sumber protein hewani, terlihat yang banyak dikonsumsi penduuk adalah ikan dan olahan diikuti telur dan olahan, susu cair serta jeroan dan olahan termasuk yang rendah.

 

3. Kurang Makan Sayur dan Buah

Indonesia juga masih kurang konsumsi sayur dan buah, dibanding dengan anjuran WHO dan Pedoman Gizi Seimbang total sayuran dan buah baik nasional, per kelompok umur maupun menurut provinsi masih lebih rendah dari 400 gram per orang per hari. Jika diliat dari kelompok umur terlihat rata-rata konsumsi terkecil pada kelompok 0-59 bulan, diikuti dengan anak sekolah dan remaja. Yuk biasakan konsumsi sayur dan buah sejak kecil!

 

4. Belum Maksimal Pemberian ASI dan MPASI

Menurut data Riskesdas 2013, pemberianASI belum diupayakan kesuksesan pemberiannya kepada bayi. Padahal, ASI penting sebagai sumber zat giz terlengkap dan terbaik bagi bayi, dengan kolostrum yang dibutuhkan bayi untuk melawan infeksi, sementara sistem imunnya belum berkembang.

 

Begitu pula dengan pemberian MPASI yang juga belum maksimal. Presentase bayi baru lahir yang diberikan susu formula seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan dan indeks kepemilikan teratas.

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top