Tiga Penyakit Menular Karena Jamban Tidak Sehat

Sed ut perspiciatis unde
24 Jul

Tiga Penyakit Menular Karena Jamban Tidak Sehat

Kenapa, sih, buang air besar di jamban yang sehat itu penting, GenBest? Sebab, perilaku BAB yang tidak tepat dan keberadaan jamban yang tidak sehat bisa menjadi ajang penularan kuman dan menimbulkan berbagai penyakit, seperti di bawah ini: 

[Baca juga syarat-syarat jamban sehat ini]

 

1. DIARE 
Diare harus dibedakan dengan mencret biasa. Mencret adalah keluarnya kotoran yang berupa cairan. Sedangkan diare adalah keluarnya kotoran encer yang lebih sering dari biasanya. Disebut diare bila mencretnya 3 kali atau lebih dan kotorannya tak berbentuk alias cair. Diare dapat berupa cairan yang berlendir, bisa juga ada darahnya. Tapi kalau baru mencret sekali sudah ada darahnya, segera bawa ke dokter.

 

Umumnya diare terjadi karena infeksi bakteri, berasal dari jenis Enterocoli, Shigella, Salmonella, atau Stafilokokus Enterokolitis, yang dikenal dengan istilah disentri basiler); virus, kebanyakan berasal dari jenis Enterovirus, serta amuba, berasal dari kuman Entamoeba Histolyca dan paling sering terjadi di negara beriklim tropis, disebut disentri amuba.

 

Nah, berbagai kuman di atas bisa terjadi karena jamban yang kotor dan perilaku hidup yang tak bersih. Jamban yang kotor dapat menyebabkan berbagai kuman di atas berkembang biak dengan subur dan mencemari air minum, makanan, dan lainnya yang membuat anak rawan terkena penyakit ini.

 

Celakanya lagi, bila penyakit diare ini sering dialami dan asupan nutrisi anak kurang, pertumbuhan tinggi badan anak tidak akan optimal, alias rawan mengalami stunting. 


Diare bisa ditangani sendiri di rumah. Teruslah berupaya agar tak sampai terjadi dehidrasi dengan memberikan minum ASI, susu formula, atau cairan lain bagi bayi dan larutan oralit untuk balita. Segera bawa ke dokter bila sakit perut si kecil terus menerus berlangsung selama 6 jam atau lebih. Apalagi jika disertai muntah, tak mau minum, lemas, mata tampak cekung, pusing, dan berat badan menurun.

 

2. TIFUS
Penyakit tifus/demam tifoid yang dulu disebut tifus abdominalis, tergolong penyakit endemis (selalu ada sepanjang tahun), terutama muncul di musim kemarau. Korban paling banyak anak usia 5 tahun dan kini di bawah usia itu meningkat. Soalnya, anak belum menyadari pentingnya kebersihan perorangan atau pun lingkungan. Selain itu, sistem kekebalan tubuhnya pun belum berkembang sempurna.

 

Penyebab tifus, bakteri Salmonella typhi. Hidupnya di sanitasi buruk seperti lingkungan kumuh, jamban  yang kotor,  dan makanan-minuman yang tak higienis. Masuk ke dalam tubuh melalui mulut, lalu menyerang tubuh, terutama saluran cerna. Proses bekerja bakteri ini ke dalam tubuh, 24-72 jam setelah masuk. Meski belum menimbulkan gejala, tapi bakteri telah mencapai organ-organ hati, kandung empedu, limpa, sumsum tulang, dan ginjal.

 

Bila sering dialami, penyakit tifus dapat menyebabkan anak sulit makan, gangguan pencernaan, dan menghambat pertumbuhan anak, yang berujung pada kejadian stunting (tinggi badan pendek).

 

3. POLIO
Polio merupakan penyakit infeksi berat, yang tidak hanya menyebabkan pertumbuhan tinggi badan anak tak optimal, tapi juga memicu kelumpuhan, bahkan kematian pada anak. Sayangnya, infeksi polio ini belum ada obatnya, meski bisa dicegah dengan vaksinasi. Penyakit polio disebabkan poliovirus (PV).

 

Virus itu masuk ke tubuh melalui mulut (lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja dan virus polio), kemudian menginfeksi saluran usus. Virus polio juga masuk aliran darah dan ke sistem saraf tepi (perifer). Jika virus masuk ke sistem saraf akan berakibat pada terjadinya kelemahan otot, hingga terjadi penyebab kelumpuhan.

 

Selain melalui kotoran, virus polio juga bisa menyebar melalui tetesan cairan yang keluar saat penderitanya batuk atau bersin.

 

Imunisasi atau pemberian vaksin polio dapat meminimalisasi terjangkit virus polio. Anak-anak, wanita hamil dan orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, sangat rentan terkena virus polio jika di daerah mereka tidak terdapat program imunisasi atau tidak memiliki sistem sanitasi yang bersih dan baik. [Cek jadwal imunisasi anak umur 0-18 bulan di sini]

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top