Ternyata, ini Alasan Makanan Padat Baru Diberikan di Usia Enam Bulan

Sed ut perspiciatis unde
20 Mei

Ternyata, ini Alasan Makanan Padat Baru Diberikan di Usia Enam Bulan

Pada 6 bulan pertama, kebutuhan anak akan air, energi, protein, kalsium, dan nutrien penting lainnya dapat terpenuhi oleh ASI eksklusif. Namun ketika anak memasuki usia 6 bulan, kebutuhan zat besi dan seng dalam tubuh meningkat sehingga anak memerlukan makanan tambahan, alias makanan padat atau makanan pendamping ASI (MPASI).

Selain itu, kebutuhan gizi anak juga meningkat, sehingga MPASI mutlak harus diberikan agar anak dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal. Artinya, bila anak terlambat diberi makanan padat, pertumbuhannya akan terganggu. 

GenBest, pemberian MPASI perlu memperhatikan dua hal penting. Yang pertama adalah waktu pemberian, yang dilakukan secara bertahap, yang dimulai pada 6 bulan dan berakhir pada 12 bulan; yang kedua adalah memberikan makanan yang tepat dan mencukupi dari segi jenis, jumlah, frekuensi, konsistensi, variasi jenis makanan, dan proses pengolahannya. Contoh MPASI tersebut antara lain pure, bubur susu, jus buah, nasi lembek atau nasi tim saring, dan makanan lumat lainnya.

Selain karena kebutuhan zat gizi yang meningkat, anak perlu diberikan makanan padat atau MPASI di usia 6 bulan, tidak lebih tidak kurang, karena alasan ini:

1. Perkembangan sistem persarafan dari hanya mengisap menjadi mengigit dan bahkan mengunyah.
2. Bayi mulai tumbuh gigi.
3. Kemampuan bayi mengontrol lidahnya sudah lebih baik.
4. Fase eksplorasi aneka tekstur dan rasa makanan.
5. Keterampilan makannya sudah berkembang.  

Bagaimana bila pemberian MPASI diberikan terlalu dini, alias kurang dari usia 6 bulan? Ternyata ini berisiko bagi kesehatan bayi, berikut dampaknya:

1. Kenaikan berat badan berlebih pada bayi, yang dalam jangka waktu panjang akan meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2 , dan penyakit jantung ketika ia tumbuh dewasa. Hal ini dikarenakan bayi memperoleh terlalu banyak kalori dari yang diperlukan untuk usianya.
2. Meningkatkan risiko tersedak dan alami kematian, yaitu masuknya makanan ke dalam saluran napas akibat koordinasi saraf dan otot lidah, mulut, dan organ terkait yang belum berkembang sempurna.
3. Meningkatkan beban kerja ginjal bayi.
4. Zat makanan tertentu diyakini dapat menjadi antigen terhadap saluran cerna anak yang belum berkembang sempurna.

Apa saja tanda-tanda bayi sudah siap makan? 

Pertumbuhan tiap bayi memang unik sehingga tidak dapat dibandingkan satu sama lain, tapi terdapat ciri-ciri umum yang menunjukkan bahwa bayi telah siap mengonsumsi MPASI, yaitu:

1. Mulai bisa meraih makanan dan memasukkan ke mulut karena telah ada koordinasi antara mata, mulut, serta tangannya.
2. Duduk sendiri tanpa bantuan, dengan kepala telah tersangga oleh tubuh dengan baik.
3. Tertarik pada makanan yang sedang dikonsumsi.
4. Dapat menelan makanan. Karena jika tidak, dia akan mengeluarkan kembali makanan yang diberikan.

Ada kalanya orang tua terburu-buru dalam memberikan makanan pada bayi karena mengira bayinya menunjukkan tanda-tanda siap makan. Padahal suatu tanda dari bayi belum tentu menunjukkan bahwa dia lapar dan siap makan. Misalnya, bayi memasukkan jarinya ke mulut, belum tentu pertanda ia siap diberi MPASI, melainkan ia menginginkan ASI lebih banyak dibandingkan biasanya.

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top