Tak Hanya Oralit, Pengidap Diare juga Butuh Zinc

Sed ut perspiciatis unde
20 September

Tak Hanya Oralit, Pengidap Diare juga Butuh Zinc

Di Indonesia masih terdapat 1.000-5.000 angka kematian bayi karena diare. Penyebab diare selain karena rotavirus adalah bakteri atau amuba.

Selama ini oralit efektif mengatasi dehidrasi dan menurunkan mortalitas, namun tidak mengurangi lama dan beratnya diare. 

Masih diperlukan terapi lain untuk mengurangi lama, beratnya, dan berulangnya diare. 

Penyakit diare ialah jehilangan cairan yang bukan cairan biasa karena bersama elektrolit yang vital bagi tubuh. 

Selama ini pengobatan ialah dengan mengganti cairan yang sama, biasanya oralit. Kehilangan zinc, kerusakan usus (jonjot usus) apabila usus bisa menyerang maka ususnya juga kena dan akan ehilangan zat-zat yang ada di jonjot usus. 

Jika masih bayi, terapi bisa dilanjutkan dengan pemberian ASI atau MPASI saat diare dan penambahan suplementasi zinc.  Pemberian zinc pada anak menurut rekomendasi WHO diberikan selama rentang 10-14 hari. 

Pentingnya pemberian zinc dalam tubuh anak dengan yang panjang 10 hari akan menghambat diare selama dua sampai tiga bulan ke depan serta menurunkan keparahan diare.

Tak kalah penting ialah memberikan edukasi bagi orang tua untuk mencegah anak kena diare, baik dari makanan maupun sanitasi yang baik. (Foto: Shutterstock)

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top