Supaya Tidak Kena Penyakit Pencernaan, Yuk, Buang Air Besar di Jamban Sehat!

Sed ut perspiciatis unde
22 Mei

Supaya Tidak Kena Penyakit Pencernaan, Yuk, Buang Air Besar di Jamban Sehat!

Buang air besar (BAB) adalah rutinitas sehari-hari sebagai proses pembuangan kotoran dari tubuh, ya, kan, GenBest? Nah, yang perlu dicatat, BAB baiknya dilakukan di jamban sehat, yaitu tempat pembuangan kotoran manusia yang punya kriteria tertentu. Syaratnya, jamban itu punya fasilitas tempat jongkok atau tempat duduk untuk BAB, baik jamban yang berbentuk leher angsa atau tanpa leher angsa, dan tersedianya air untuk membersihkan, dan dilengkapi dengan bak penampungan kotoran (septic tank).

 

Jamban merupakan penentu kualitas hidup dan kesehatan lingkungan. Dengan adanya jamban yang sehat, diharapkan kualitas kesehatan dan lingkungan juga terjaga.

 

Dengan BAB di jamban sehat, lingkungan sekitar kita menjadi bersih dan masyarakat terjaga kesehatannya. Bebas dari bau tidak sedap di lingkungan, sumber air tidak tercemar, dan gak mengundang datangnya serangga macam lalat atau kecoa penular penyakit.

 

Beda lagi kalau BAB sembarangan, kita bisa kena penyakit karena serangga dapat hinggap pada kotoran manusia dan membawa kuman penyakit dari kotoran tersebut. Lalu serangga tersebut dapat mencemari makanan dan minuman. Bayangin saja kalau makanan yang sudah tercemar itu kita santap dan masuk ke perut, bisa sakit perut, kan?

 

Cuma, seperti diulas di awal, jamban yang dimaksud bukan sembarang jamban. Jamban itu harus sehat yang memenuhi kriteria dari Kementerian Kesehatan. Ada tujuh kriteria yang harus diperhatikan di bawah ini:

 

1. Tidak mencemari air

  • Saat menggali tanah untuk lubang kotoran, usahakan agar dasar lubang kotoran tidak mencapai permukaan air tanah maksimum. Jika keadaan terpaksa, dinding dan dasar lubang kotoran harus dipadatkan dengan tanah liat atau diplester.
  • Jarak lubang kotoran (septic tank) ke sumur sekurang-kurangnya 10 meter
  • Letak lubang kotoran lebih rendah daripada letak sumur agar air kotor dari lubang kotoran tidak merembes dan mencemari sumur.
  • Jangan membuang air kotor dan buangan air besar ke dalam selokan, empang, danau, sungai, dan laut.

 

2. Tidak mencemari tanah permukaan

  • Tidak buang besar di sembarang tempat, seperti kebun, pekarangan, dekat sungai, dekat mata air, atau pinggir jalan.
  • Jamban yang sudah penuh harus disedot untuk dikuras kotorannya, atau dikuras, kemudian kotoran ditimbun di lubang galian.

 

3. Bebas dari serangga

  • Jika menggunakan bak air atau penampungan air, sebaiknya dikuras setiap minggu. Ini penting untuk mencegah bersarangnya nyamuk demam berdarah.
  • Ruangan dalam jamban harus terang. Bangunan yang gelap dapat menjadi sarang nyamuk.
  • Lantai jamban diplester rapat agar tidak terdapat celah-celah yang bisa rumah bagi kecoa atau serangga lainnya.
  • Lantai jamban harus selalu bersih dan kering.
  • Lubang jamban, khususnya jamban cemplung, harus tertutup.

 

4. Tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan

  • Jika menggunakan jamban cemplung, lubang jamban harus ditutup setiap selesai digunakan.
  • Jika menggunakan jamban leher angsa, permukaan leher angsa harus tertutup rapat oleh air.
  • Lubang buangan kotoran sebaiknya dilengkapi dengan pipa ventilasi untuk membuang bau dari dalam lubang kotoran.
  • Lantai jamban harus kedap air dan permukaan bowl harus licin. Pembersihan harus dilakukan secara rutin, ya, GenBest.

 

5. Aman digunakan oleh pemakainya

Pada tanah yang mudah longsor, jamban perlu penguat pada dinding lubang kotoran dengan pasangan batau atau selongsong anyaman bambu atau bahan penguat lain yang terdapat di daerah setempat.

 

6. Gampang dibersihkan dan tidak menimbulkan gangguan bagi pemakainya

  • Lantai jamban rata dan miring ke arah saluran lubang kotoran.
  • Jangan membuang plastik, puntung rokok, atau benda lain ke saluran kotoran karena dapat menyumbat saluran.
  • Jangan mengalirkan air cucian ke saluran atau lubang kotoran karena jamban akan cepat penuh
  • Hindari cara penyambungan aliran dengan sudut mati. Gunakan pipa berdiameter minimal 4 inci. Letakkan pipa dengan kemiringan minimal 2:100

 

7. Tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan

  • Jamban harus berdinding dan berpintu
  • Dianjurkan agar bangunan jamban beratap sehingga pemakainya terhindar dari kehujanan dan kepanasan.

 

Nah, itulah syarat-syarat jamban yang sehat, apakah jamban di lingkungan rumah sudah memenuhi kriteria jamban sehat di atas?

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top