Sanitasi Buruk Picu Stunting

Sed ut perspiciatis unde
29 Oktober

Sanitasi Buruk Picu Stunting

Belakangan, persoalan stunting alias pendek karena gizi buruk jadi buah bibir di hampir setiap kalangan. Mulai dari kalangan medis hingga para ibu yang memiliki balita. Stunting memang sudah jadi persoalan nasional yang harus segera diatasi.

Di Indonesia, sebanyak 7,8 juta dari 23 juta balita atau sekitar 35,6 persen menderita stunting. Karena kondisi itu juga, WHO menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk.
Kebersihan dan sanitasi tidak melulu berkaitan dengan penyakit seperti diare, menurut pakar ternyata dapat memicu stunting dan malnutrisi. Stunting masih menjadi masalah di dunia dengan angka sekitar 162 juta anak di bawah lima tahun dan 8,9 juta anak di antaranya terjadi di Indonesia.

Dikutip dari Suara.com, stunting bisa dipengaruhi oleh masalah kebersihan, sanitasi dan akses air bersih. Itu karena akses sanitasi dan kebersihan lingkungan yang tidak dijaga berpengaruh pada kesehatan ibu hamil sehingga tubuh kembang anak menjadi rentan terkena infeksi dan penyakit. 
 
"Kebersihan, sanitasi dan akses air bersih juga harus tetap dijaga untuk melindungi anak dari penyakit yang bisa mengganggu pertumbuhannya," kata Prof. Andrew Prentice, seorang professor dari International Nutrition di Inggris.
 
Karenanya, ia menambahkan, bahwa permasalahan stunting di Indonesia bukan menjadi tanggung jawab satu sektor saja, melainkan tanggung jawab sektor lainnya, termasuk dalam pemerataan air bersih dan kebersihan lingkungan. 
 
Stunting sendiri merupakan kondisi di mana anak mulai menunjukkan stagnansi atau penurunan pertumbuhan. Apabila tidak dilakukan intervensi, kondisi ini bisa berujung pada kondisi malnutrisi yang mana tidak bisa kembali. Sehingga pertumbuhan fisik dan kemampuan kognitif anak terganggu secara permanen.
 
Untuk itu, melakukan pencegahan sejak dari kehamilan dengan mengadopsi pola makan sehat dan seimbang, menjaga kebersihan lingkungan dan mendapatkan akses sanitasi yang baik merupakan upaya terbaik agar anak dapat tumbuh dan kembang secara optimal. Apalagi, waktu terbaik untuk itu adalah dari sejak awal kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak.

 

Foto: Pixabay
 

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top