26 May

GenBest mungkin bertanya kenapa tulisan ini menekankan protein hewani dalam MPASI. Bukankah MPASI yang baik harus bergizi seimbang? Betul banget, namun menurut penelitian ternyata asupan protein hewani pada masyarakat Indonesia tergolong rendah.  Padahal studi menemukan hubungan rendahnya konsumsi protein hewani ini dengan tingginya prevalensi stunting.

 

Untuk mencegah stunting, protein hewani memang dianggap yang terbaik. Penelitian di Afrika pernah membandingkan anak yang memiliki pola makan vegan (sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani) dengan anak yang makan protein hewani. Hasilnya, anak yang mengonsumsi protein hewani memiliki tubuh lebih tinggi dibandingkan yang hanya mengonsumsi protein nabati.

 

Protein Hewani Cegah Stunting pada Anak

Jadi GenBest nggak perlu ragu untuk memasukkan protein hewani, seperti ayam, telur, dan ikan pada menu MPASI si kecil. Bukan berarti protein nabati tidak boleh diberikan sebagai MPASI, lho.

 

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif SpA(K), protein nabati boleh diberikan untuk si kecil, akan tetapi dalam pencegahan stunting, protein nabati sebaiknya tidak dihitung sebagai asupan protein.

 

Kenapa? Karena untuk pencegahan stunting, asupan protein nabati tidak sebaik protein hewani. Protein nabati tidak memiliki kandungan asam amino yang lengkap yang dibutuhkan anak untuk mencapai tinggi optimalnya.
 

Sumber Protein Hewani untuk MPASI

Mulai saat ini, jangan tunda untuk memperkenalkan protein hewani pada si kecil, ya, karena bayi sudah dapat mengonsumsinya sejak MPASI pertama. Ada beberapa sumber protein hewani yang bisa GenBest olah untuk MPASI, seperti:

 

  1. Daging ayam

Kandungan protein, zat besi, magnesium, vitamin, dan fosfor pada daging ayam sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Sementara kandungan kolin dan vitamin C-nya dapat meningkatkan perkembangan otak anak.

 

  1. Ikan

Ikan merupakan makanan tinggi protein yang kaya manfaat dengan harga yang biasanya lebih terjangkau dibandingkan daging sapi atau ayam. Ikan juga mengandung asam lemak omega 3 yang mampu mengoptimalkan perkembangan otak anak pada periode emas pertumbuhannya.

 

  1. Telur

Selain mudah didapatkan, telur merupakan makanan yang mengandung nutrisi komplet untuk bayi hingga orang dewasa. Dalam satu butir telur, mengandung 75 kalori, 7 gram protein tinggi, zat besi, lemak, dan vitamin.

 

  1. Daging sapi

Daging sapi adalah makanan kaya protein, zat besi, dan asam folat yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Adanya kandungan zat besi pada daging sapi juga bisa membantu mencegah anemia. Seperti kita ketahui, anemia pada anak yang tidak teratasi berisiko menyebabkan stunting.

 

Itulah empat sumber protein hewani yang bisa GenBest olah untuk MPASI anak. Tentunya pemberian MPASI dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan usia bayi. Dimulai dari makanan bertekstur lunak (seperti bubur susu, lalu bubur saring), lembek (bubur biasa, lalu nasi tim), hingga padat (nasi biasa/makanan keluarga). Selamat mencoba!

TENTANG KAMI

GenBest merupakan sebuah inisiasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting (klik di sini untuk mengetahui apa itu stunting), dengan mendorong masyarakat dari segala usia menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Lewat situs dan media sosial genbest.id, kami menyediakan informasi yang kredibel, menciptakan komunitas yang suportif, dan memberikan pengetahuan kesehatan yang mendalam seputar pola hidup bersih dan sehat, serta stunting, bagi Anda sekeluarga, termasuk si kecil yang masih dalam kandungan dan berusia balita.

How to coax children
To Top