Kenapa Remaja Putri Lebih Rentan Alami Anemia?

Sed ut perspiciatis unde
1 April

Kenapa Remaja Putri Lebih Rentan Alami Anemia?

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan akibat kekurangan hemoglobin atau sel darah merah dalam tubuh. Padahal sel darah merah punya fungsi penting, yaitu mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Yang perlu diketahui, anemia ternyata bukan hanya menyerang orang-orang tua saja. Tapi juga rentan menyerang remaja putri, seperti kamu, GenBest. 

 

Menurut World Health Organization (WHO), sebesar 53,7% remaja putri di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, terkena anemia. Sedangkan menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, sebesar 22,7% remaja putri di Indonesia mengalami anemia yang disebabkan kekurangan zat besi. 

Kenapa risiko anemia lebih besar terjadi pada remaja putri? Ini terkait dengan menstruasi yang dialami setiap bulan dan membuatnya kehilangan banyak darah. 

 

Anemia juga bisa terjadi akibat pola diet terlalu ketat yang sering dilakukan remaja putri. Padahal masa remaja mengharuskan kamu mengonsumsi makanan bergizi, termasuk yang mengandung zat besi tinggi. (Baca juga: “Cara Diet yang Salah Ini Bisa Sebabkan Anemia”)

 

Seperti Apa Gejala Anemia Pada Remaja?

Sebenarnya gejalanya sama dengan anemia pada umumnya, jadi gampang letih, lelah, dan lesu. Jadi kalau kamu mudah lelah, padahal temanmu lainnya masih bersemangat, bisa jadi kamu mengalami anemia. 

Coba juga perhatikan wajahmu. Apakah kamu tampak pucat, sering sakit-sakitan, seperti sakit kepala atau kesulitan bernapas? Ini juga gejala anemia. Anemia yang tidak diatasi bisa membuat daya tahan tubuh turun dan membuatmu jadi lebih mudah sakit.

 

Susah fokus juga adalah gejala anemia. Hal ini karena kekurangan zat besi berkepanjangan bisa membuat fungsi kognitif menurun sehingga proses penerimaan informasi menjadi lebih lambat dan membuat kamu susah fokus dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. 

 

Mengatasi Anemia pada Remaja

Anemia yang disebabkan kurangnya zat besi dalam tubuh, tentu perlu diatasi dengan memenuhi kebutuhan zat besi itu sendiri. Cara yang paling sederhana adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan bervariasi, terutama yang kaya zat besi.  Contoh makanan yang mengandung zat besi tinggi adalah sereal yang diperkaya zat besi, roti, atau sayuran hijau. Jangan lupa makan buah dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral. Lengkapi dengan sumber protein, seperti daging merah, telur, atau kacang-kacangan yang juga kaya akan zat besi.

 

Dalam Web MD dijelaskan suplemen zat besi sering dibutuhkan untuk mengatasi anemia kekurangan zat besi. Untuk memudahkan proses penyerapan dalam tubuh, suplemen ini paling baik dikonsumsi dengan makanan atau minuman yang kaya akan vitamin C, seperti jus jeruk. Sebaliknya hindari minum suplemen zat besi dengan kalsium, kopi, atau teh, karena dapat menghambat penyerapannya. 

 

Website kesehatan tersebut juga mengingatkan kita untuk berkonsultasi pada dokter dulu sebelum mengonsumsi suplemen zat besi. Karena overdosis zat besi juga bisa berbahaya. Beberapa penderita anemia juga mungkin memerlukan suplemen tambahan lain, seperti asam folat atau vitamin B12. Jadi begitu curiga kalau dirimu menderita anemia, segera periksa ke dokter, ya. 

 

Untuk remaja putri seperti kamu, GenBest, anemia yang tidak segera diatasi bisa berdampak sangat serius karena GenBest adalah calon ibu yang akan hamil dan memiliki bayi nanti. Jangan lupa anemia berkepanjangan dapat memperbesar risiko bayi mengalami stunting dan berbagai risiko penyakit lainnya.

Jadi, yuk, cegah anemia mulai dari sekarang!

 

Baca juga: “Duh, Dampak Anemia pada Remaja Putri Bikin Ngeri

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top