Kehamilan di Usia Muda Picu Stunting

Sed ut perspiciatis unde
25 Agustus

Kehamilan di Usia Muda Picu Stunting

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan (RISKESDAS) 2013, terdapat 20,2 persen bayi dilahirkan stunting dan salah satu penyebabnya kehamilan pada ibu muda itu. 

 

Kalau remaja di bawah 20 tahun itu hamil, itu belum siap secara psikis dan fisik. Dan jika hamil maka anaknya bisa berisiko stunting.

 

Remaja di bawah usia 20 tahun masih mengalami pertumbuhan sehingga seharusnya tidak hamil terlebih dahulu dan jika terlanjur menikah disarankan untuk menunda kehamilan. 

 

Untuk mengatasi masalah stunting ini, direkomendasikan memperbaiki UU Perkawinan, mengubah batas usia minimal menikah menjadi 20 tahun, dari yang sekarang 16 tahun. Karena usia 16 tahun Itu masih masa pertumbuhan, masih SMP atau SMA.

 

Perlu adanya program pendidikan kesehatan reproduksi untuk menjangkau para remaja untuk mengurangi kasus bayi stunting tersebut yang dinilai jumlahnya masih cukup tinggi. Harus ada perubahan cukup besar untuk kebijakan atau program dengan sasaran remaja. 

 

Selain usia muda si ibu, kelahiran bayi yang panjang badan lahirnya kurang itu juga dapat disebabkan oleh tinggi badan ibu yang juga kurang atau di bawah 150 cm dan berat ibu di bawah 45 kg. 

 

Masalah kesehatan lain yang ditemukan RISKESDAS 2013 tersebut adalah masih ditemui 10,1 persen bayi yang dilahirkan dengan berat badan kurang, yaitu dibawah 2.500 g.

 

Meski demikian, jumlah tersebut mengalami penurunan dari RISKESDAS 2010, di mana 11,1 persen bayi tercatat dilahirkan dengan berat badan kurang. Bayi yang dilahirkan dengan berat badan kurang juga terancam untuk mengalami masalah kesehatan maupun pertumbuhan. 

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top