Ini yang Terjadi pada Janin, Bila Ibu Hamil Stres

Sed ut perspiciatis unde
20 November

Ini yang Terjadi pada Janin, Bila Ibu Hamil Stres

Ada anggapan, janin yang sehat berawal dari psikis ibu yang sehat. Anggapan itu ada benarnya. Saat hamil, stres yang dialami tidak hanya merugikan GenBest, tapi juga janin yang sedang dikandung. 

Soalnya, ketika stres, denyut jantung manusia lebih cepat dari biasanya, ditambah hormon adrenalin keluar secara berlebihan sehingga ibu mudah emosi, kemudian terjadi getaran-getaran stres pada tubuh yang disebabkan meningkatnya hormon stres.

Lalu, apa dampaknya pada janin, berikut ini di antaranya:

 

1. Janin Ikut Stres 
Ibu hamil yang stres akan lebih mudah marah. Padahal, saat hamil ibu harus dalam kondisi tenang dan nyaman agar janin dapat tumbuh dan berkembang optimal. Selain janin juga butuh suasana yang nyaman yakni dengan detak jantung yang berirama tidak terlalu cepat dan tubuh yang relaks tanpa getaran-getaran stres. 

Riset yang dimuat dalam Journal Clinical Endocrinology, menunjukkan bahwa stres yang dirasakan ibu hamil berdampak pada janinnya. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Vivette Glover dari Imperial College London dan Dr. Pampa Sarkar dari Wexham Park hospital.

 

2. Gizi Bayi Kurang Optimal 
Stres juga dapat memengaruhi kondisi gizi dan emosional yang buruk karena dapat memacu gangguan metabolisme tubuh pada ibu hamil. Kekebalan ibu hamil pun bisa menurun sehingga mudah sakit. Tak hanya itu, intensitas BAB atau diare pun biasanya lebih sering yang dikhawatirkan akan menguras cadangan makanan. Jika tak ditangani segera bisa membuat ibu hamil mengalami dehidrasi, defisit gizi, yang akhirnya berpengaruh terhadap suplai makanan ke janin sehingga pertumbuhannya terganggu. 

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pathik Wadhwa, Ph.D., M.D., yang dimuat American Journal of Obstetric dan Gynecology yang dimuat WebMD menyebutkan, ibu yang mengalami tingkat stres psikologis tinggi selama hamil berhubungan dengan berat lahir bayi yang lebih rendah.

 

3. Bayi Lahir Prematur
Masih dengan penelitian yang dilakukan Pathik Wadhwa, Ph.D., M.D., dalam jurnal yang sama. Riset tersebut juga menyebutkan, ibu yang saat hamil alami tekanan atau stress berisiko besar melahirkan anak yang prematur.

Penelitian senada diungkap Ann Borders, seorang ginekolog di Evanston Hospital, NorthShore University HealthSystem, mengatakan, terdapat beberapa data yang menunjukkan bahwa stres yang gak tertangani oleh ibu hamil berhubungan dengan bayi lahir belum cukup bulan (prematur).

 

4. Gangguan Konsentrasi 
Bila ibu hamil gelisah, akan ada perubahan-perubahan neurotransmiter di otaknya.Neurotransmitter ibu akan mempengaruhi sistem neurotransmiter si janin melalui plasenta. Selain itu, bila ibu selalu dalam keadaan takut akan meningkatkan produksi neural adrenalin, serotonin, dan gotamin, yang bisa masuk ke peredaran darah si janin, hingga mempengaruhi sistem sarafnya.

Penelitian Zurich University pada 2017 menyebutkan, plasenta seorang ibu ditempatkan di bawah tekanan besar untuk jangka waktu yang lama mengakibatkan keluarnya kortisol atau biasa disebut hormon stres. Hal ini mempercepat pertumbuhan janin, sehingga menimbulkan masalah pada kematangan organ vitalnya, termasuk perkembangan sel saraf dan otak.

Ketika seseorang merasa stres, tubuh melepaskan hormon untuk mengatasinya seperti Corticotropin-Releasing Hormone (CRH), yang berakibat pada peningkatan hormon stres. Akibatnya, sejumlah kecil hormon ini dapat masuk ke cairan ketuban dan berdampak pada perkembangan bayi, serta mengakibatkan gangguan seperti ADHD.

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top