Ibu Anemia Potensi Lahirkan Anak Stunting

Sed ut perspiciatis unde
24 September

Ibu Anemia Potensi Lahirkan Anak Stunting

Merujuk data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menampilkan sebanyak 1.933.862 ibu hamil yang terkena anemia, atau mencapai 37,1 persen dari total 5.212.568 ibu hamil di Indonesia.

Nah, akibat ibu hamil terkena anemia, berpotensi menghasilkan anak penderita stunting atau bertubuh pendek tidak sesuai dengan perkembangan karena kekurangan gizi. 

Untuk mencegah anak stunting, perlunya peningkatan asupan gizi sesuai kebutuhan pada ibu hamil, sebab masa keemasan anak dimulai sejak dalam kandungan hingga anak usia dua tahun. Para calon ibu dan ibu hamil diharapkan mencukupi asupan gizinya.

 

Baca juga: Yuk, Mengenal Anemia

 

Perlu diketahui jika ibu hamil dan menyusui termasuk dalam kelompok rentan gizi di Indonesia. Peningkatan pengetahuan keluarga terhadap pola asuh anak serta kesehatan dan gizi dapat dilakukan untuk mencegah kejadian stunting pada anak. 

Pasalnya, kejadian stunting tidak hanya disebabkan karena kurangnya asupan gizi akibat kemiskinan, tetapi juga adanya kesalahan pada pola asuh anak dalam keluarga.

Tidak sedikit orang tua yang kurang bisa memahami pola asuh yang benar sehingga memunculkan stunting. Misalnya saja tidak mau memberikan ASI secara eksklusif dan tidak memberi makanan pendamping ASI (MPASI) yang benar.

Di samping itu, pengasuhan yang dipercayakan pada orang dengan pemahaman asuhan yang kurang ternyata berkontribusi pada kejadian stunting.

Misalnya anak dititip pada nenek atau asisten yang kurang paham dengan pengasuhan yang benar dan pemenuhan gizi yang baik akan berpengaruh terhadap status gizi anak. 

Karena itu penting meningkatkan pengetahuan gizi dan pola asuh yang baik dalam keluarga.
 

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top