27 May

Kamu harus tahu, masalah bayi sulit makan itu umum terjadi, dan bisa terjadi pada siapa saja. Jadi, jangan khawatir, kita tidak  sendirian. Setiap bayi punya masalah makannya sendiri.

 

Kabar baiknya, perilaku ini tidak berlangsung lama, kok. Selama bisa tahu penyebabnya, kita pun dapat menemukan solusi dan segera mengatasinya.

 

Mengapa si kecil sulit makan? 
Ada beberapa penyebabnya. Pertama, jangan-jangan ia sedang sakit alias memiliki masalah kesehatan. Bayi yang sedang tidak fit, karena batuk, pilek, demam, atau tumbuh gigi, bisa mengalami penurunan nafsu makan. Ia biasanya tidak tertarik pada makanan yang diberikan dan maunya cuma menyusu.

 

Kedua, ia tidak suka dengan tekstur makanan yang diberikan. Pada beberapa bayi, munculnya gigi pertama membuat ia menolak makanan lembut seperti bubur saring. Terlebih jika bayi mulai pandai mengunyah. Tak heran, jika ia menolak disuapi bubur saring.

 

Ketiga, ia pilih-pilih makanan atau selective eating. Sekalipun kamu berusaha memperkenalkan ragam jenis makanan pada bayi, selalu ada kemungkinan ia hanya menyukai tekstur, rasa, atau bau makanan tertentu. Yang penting, cobalah untuk tetap mencatat makanan mana yang ia suka dan tidak suka.

 

Keempat, kekhawatiran dan harapan kamu sebagai orang tua baru. Bisa saja terjadi ketidaksesuaian antara apa yang ingin anak kita makan dan apa yang sebetulnya dibutuhkan anak. Misalnya, anak terbilang punya selera makan yang sedikit. Hal ini menunjukkan ia cukup makan dalam porsi sedikit pada waktu makan. Namun, kita khawatir ia tak cukup kenyang atau asupan gizinya terpenuhi dengan porsi sesedikit itu. Padahal, jika anak tetap tumbuh sehat dan berat badan serta tinggi badannya cukup, hal itu bukanlah masalah besar.

 

Kelima, situasi makan yang banyak gangguan. Tahu, kan, orang tua zaman dulu beranggapan, menyuapi bayi itu harus sambil dibawa jalan-jalan. Atau, jika bayi tidak mau makan, coba alihkan perhatiannya dengan memegang mainan atau nonton televisi. Padahal, cara tersebut malah membuat anak tidak belajar mengenali kapan ia lapar atau kenyang. Efek jangka panjangnya anak tak sungguh-sungguh fokus pada kegiatan makan tersebut, dan bisa rewel jika makannya tidak disambi dengan hal-hal lain.

 

Mengatasi bayi sulit makan
Debby Arts-Rodas & Diane Benoit, dari Department of Psychiatry Research, The Hospital for Sick Children, Toronto, Ontario, Kanada, pada 2014 mengungkapkan bahwa masalah makan diperkirakan terjadi pada hampir 25% anak dengan tumbuh kembang normal dan hampir 35%. 

 

Kabar bagusnya, keduanya memberi tahu apa saja yang bisa dilakukan agar bayi bisa lebih menikmati saat makan:
1. Jadwal makan dan minum yang konsisten.
2. Waktu makan harus dibatasi maksimal 30 menit.
3. Suapi bayi di tempat yang tenang dan tidak banyak distraksi (televisi, mainan, dan seterusnya).
4. Pemberi makan haruslah bersikap tenang dan komunikasi selama proses makan.
5. Pastikan bayi duduk tegak, tidak bersandar, dan nyaman. Jika mungkin, tempatkan ia di kursi makannya atau dipangku. Jangan makan sambil jalan-jalan atau bermain di luar rumah.

 

Selamat mencoba, ya!

TENTANG KAMI

GenBest merupakan sebuah inisiasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting (klik di sini untuk mengetahui apa itu stunting), dengan mendorong masyarakat dari segala usia menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Lewat situs dan media sosial genbest.id, kami menyediakan informasi yang kredibel, menciptakan komunitas yang suportif, dan memberikan pengetahuan kesehatan yang mendalam seputar pola hidup bersih dan sehat, serta stunting, bagi Anda sekeluarga, termasuk si kecil yang masih dalam kandungan dan berusia balita.

How to coax children
To Top