Cara Mengisi dan Membaca Kartu Menuju Sehat (KMS)

Sed ut perspiciatis unde
28 Mei

Cara Mengisi dan Membaca Kartu Menuju Sehat (KMS)

Selama pandemi COVID-19 beberapa posyandu hanya melayani kasus darurat dan pemberian imunisasi dasar. Sedangkan pelayanan pemantauan tumbuh kembang anak ditutup sementara dan disarankan dilakukan di rumah. 

 

Untuk itu GenBest perlu terus memantau pertumbuhan si kecil  dengan menimbang berat badannya sebulan sekali di rumah.  Catat berat badan si kecil dengan rapi dan isi  KMS-nya (atau buku tumbuh kembang lainnya). Begitu Posyandu kembali beroperasi normal, catatan ini dapat dijadikan acuan bagi tim kesehatan di sana untuk melihat status gizi dan kesehatan si kecil.

 

Cara Mengisi KMS

Untuk mengisi KMS, GenBest tinggal meneruskan catatan-catatan yang sudah ada sebelumnya. Setiap menimbang si kecil, isi “Bulan penimbangan”  misalnya “Juni”.  Lalu tulis angka berat badan anak di kolom BB/Kg”, contoh 6,2. 

 

Untuk mengisi grafik pertumbuhan, letakkan titik angka berat badan anak pada titik temu garis tegak (“umur”) dan garis datar (“berat badan”).

 

Lakukan penimbangan secara rutin setiap bulan, lalu gabungkan titik-titik temu tersebut dengan garis lurus. Catat setiap kejadian yang menyertai bayi saat penimbangan, misalnya diare, tidak nafsu makan, atau demam

 

Cara Membaca Kartu Menuju Sehat (KMS)

Ada 3 pita warna dengan arti berbeda pada KMS:

Hijau: Normal

Kuning: Kurus/gemuk perlu upaya untuk kembali ke garis hijau

Merah: Sangat kurus/sangat gemuk perlu berkonsultasi pada dokter agar kembali ke garis hijau

 

Apakah Anakku Tumbuh Optimal? | Program Studi Ilmu Gizi

 

Cara membaca KMS dapat dilakukan dengan melihat arah titik-titik pada grafik yang ada: 

  • Kalau titik terletak pada dua pita warna hijau muda dan dua warna hijau tua (di atas pita kuning) menunjukkan berat badan cukup atau status gizi baik/ normal. 
  • Letak titik di dua pita warna kuning (di atas garis merah) menunjukkan status kurang gizi ringan. 
  • Letak titik di bawah garis merah menunjukkan status kurang gizi sedang hingga berat. (Kondisi  ini perlu diwaspadai karena dapat memicu stunting). 
  • Letak titik pada empat pita di atas warna hijau tua (2 pita warna hijau muda ditambah 2 pita warna kuning) menunjukkan berat badan di atas normal (overweight)
  •  

Beberapa buku tumbuh kembang mungkin memiliki grafik sedikit berbeda, seperti grafik milik WHO di bawah ini. Pita warna pada grafik WHO adalah hijau, merah, dan hitam. Cara membaca grafik WHO sama dengan cara membaca grafik pada KMS.

 

 

Gejala Berat Badan Kurang pada Si Kecil yang Harus Diwaspadai ...

 

  • Daerah di antara pita merah sampai hijau menunjukkan pertumbuhan berat yang normal.
  • Daerah di antara pita hitam sampai merah menunjukkan anak kurus atau gemuk. Daerah ini seperti pita warna kuning pada KMS.
  • Daerah di bawah atau di atas pita hitam menunjukkan status gizi anak buruk dan perlu segera ditangani.

 

Untuk memantau tumbuh kembang anak, GenBest perlu memerhatikan perkembangan titik-titik pada KMS setiap bulan. Apabila titik pada grafik KMS naik dibandingkan bulan sebelumnya, artinya si kecil dalam kondisi baik. Jika sejajar, maka berat badannya sama dengan bulan sebelumnya. Hal ini tanda kita harus meningkatkan lagi asupan gizi si kecil. 

 

Beri perhatian lebih jika titik grafik pada KMS terlihat turun (lebih rendah) karena ini menunjukkan berat badan si kecil mengalami penurunan. Sebaiknya konsultasikan kondisi ini pada dokter. Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini, manfaatkan konsultasi daring yang disediakan beberapa instansi kesehatan. 

 

Oh ya, satu lagi kalau grafik KMS terputus-putus, ini artinya GenBest kurang rajin menimbang anak. Alangkah baiknya jika penimbangan dilakukan setiap bulan.

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top