Bolehkah Anak Hanya Diimunisasi yang Diwajibkaan Pemerintah?

Sed ut perspiciatis unde
19 November

Bolehkah Anak Hanya Diimunisasi yang Diwajibkaan Pemerintah?

Pemerintah sudah bikin daftar imunisasi wajib, baik dasar maupun lanjutan. Daftar imunisasi itu sebagai bentuk perlindungan kepada anak supaya tidak tertular penyakit berbahaya. Saat ini, ada banyak imunisasi yang tersedia di fasilitas kesehatan, mulai rumah sakit sampai klinik maupun puskesmas.

Dari banyak imunisasi itu, berdasarkan Permenkes No. 12 Tahun 2017, ada 5 imunisasi wajib yang harus diberikan kepada bayi sebelum berusia 1 tahun. Imunisasi ini biasanya diberikan gratis oleh pelayanan kesehatan di bawah naungan pemerintah, seperti posyandu, puskesmas, rumah sakit daerah, bahkan sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta.

Pertanyaannya, bolehkah anak hanya diimunisasi yang diwajibkan pemerintah? Menurut DR. dr. Hartono Gundardi, Sp.A (K), yang dikutip laman idai.or.id, jawabannya boleh saja karena imunisasi wajib itu, baik dasar maupun lanjutan, yang paling penting diberikan pada anak untuk melindunginya dari penyakit infeksi. 

Meski begitu, agar kekebalan tubuh anak lengkap dalam melindungi dari berbagai penyakit yang ada, sebuah hal yang dianjurkan para tenaga kesehatan agar anak melengkapi imunisasi, tidak hanya yang wajib tapi juga yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 

Lima imunisasi wajib itu adalah:

1. Vaksin hepatitis B
Untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang bila berlangsung hingga dewasa dapat menyebabkan kegagalan fungsi hati hingga kanker hati. Selain itu, juga untuk mencegah penularan Hepatitis B dari ibu ke anak selama proses persalinan.
 
Jadwal:
Dalam waktu 12 jam setelah lahir. Imunisasi kedua dianjurkan pada jarak 4 minggu dari imunisasi pertama. Jarak imunisasi ketiga minimal 2 bulan atau 5 bulan dari imunisasi kedua. Jika anak belum mendapat imunisasi Hepatitis B sejak bayi, maka si kecil bisa mendapatkannya kapan saja dengan rekomendasi dokter anak. 
 
2. Vaksin polio
Mencegah penyakit saraf poliomielitis yang dapat menyebabkan kelumpuhan.
 
Jadwal:
Sebanyak 4 kali (usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 18 bulan), kemudian dilanjutkan saat anak berusia 5 tahun. Bila vaksin polio terlambat diberikan, lanjutkan dan lengkapi sesuai jadwal, tak peduli berapa lama keterlambatan dari pemberian sebelumnya, tetapi tetap sesuai anjuran dokter anak. 
 
3. Vaksin BCG
Mencegah penyakit tuberkulosis (TBC) berat, seperti: TBC paru, TBC otak, TBC ginjal, TBC tulang, yang dapat sebabkan cacat hingga kematian.
 
Jadwal:
Sebanyak 1 kali (usia 2–3 bulan). Bila vaksin BCG diberikan setelah usia 3 bulan, perlu dilakukan uji tuberkulin. 
 
4. Vaksin campak 
Mencegah penyakit campak berat yang dapat menyebabkan diare hingga kurang cairan berat, radang paru (pneumonia), dan dapat menyebar ke selaput otak serta menyebabkan cacat.
 
Jadwal:
Sebanyak 1 kali (usia 9 bulan), kemudian dilanjutkan saat anak berusia 5 tahun. Bagi anak yang terlambat mendapatkan imunisasi campak, tetapi masih berusia 9–12 bulan bisa segera mendapatkannya saat berkunjung ke dokter anak. Bila anak sudah berusia lebih dari 1 tahun dan belum mendapat vaksin Campak, biasanya dokter akan memberikan vaksin MMR. 
 
5. Vaksin pentavalen (DPT-HB-HiB)
Mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia (radang paru), dan meningitis (radang selaput otak).

Difteri menyebabkan pembengkakan jalan napas sehingga anak jadi sulit bernapas dan racun dari difteri dapat melumpuhkan otot jantung. Pertusis menyebabkan infeksi saluran napas berat (pneumonia) serta batuk rejan yang dapat memicu kondisi henti napas. Sedangkan tetanus mengeluarkan racun yang menyerang saraf otot, sehingga otot menjadi kaku, sulit bergerak, dan sulit bernapas.
Haemophilus Influenza tipe B dapat menyebabkan pneumonia dan meningitis.

Jadwal:
Sebanyak 4 kali (usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan), kemudian dilanjutkan saat anak berusia 5 tahun (sebelum masuk sekolah). Pada usia 12 tahun, anak bisa mendapatkan vaksin dengan nama Td. Bila imunisasi ini terlambat diberikan, lanjutkan imunisasi sesuai jadwal dengan mengikuti rekomendasi dokter.

Selain 5 vaksin di atas, ada beberapa imunisasi tambahan yang belum disubsidi oleh pemerintah. Meski begitu, imunisasi ini tetap direkomendasikan oleh IDAI, yaitu vaksin MR, vaksin tifoid, vaksin rotavirus, vaksin pneumokokus, varicella, influenza, hepatitis A, HPV (Human Papiloma Virus), dan vaksin dengue.

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top