Berat Badan Bayi Turun? Ini Yang Perlu Dilakukan

Sed ut perspiciatis unde
19 Mei

Berat Badan Bayi Turun? Ini Yang Perlu Dilakukan

Kita tahu kalau bayi akan tumbuh dengan kecepatan yang berbeda-beda. Jadi kalau berat badan si kecil tidak  sama dengan temannya yang seusia, ini wajar, kok, selama berat badannya masih masuk kurva pertumbuhan yang sehat tentunya. 

 

Tapi tolong beri perhatian lebih ketika berat badan bayi terus turun. Dalam laman Kids Health dijelaskan, anak-anak yang sedang dalam periode emas pertumbuhan, namun berat badannya tidak bertambah bisa jadi mengalami gagal tumbuh.

 

Gagal tumbuh dapat menjadi tanda seorang anak kekurangan gizi. Secara umum, anak-anak yang gagal tumbuh tidak mendapatkan cukup kalori untuk menambah berat badannya dengan cara yang sehat. Anak-anak yang tidak bisa menambah berat badan, juga sering tidak tumbuh setinggi yang seharusnya. Inilah mengapa gagal tumbuh selalu dikaitkan dengan stunting. 

 

Menurut Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A(K), stunting selalu dimulai dengan penurunan berat badan, biasanya hal ini terjadi pada 3 bulan pertama kehidupan, karena asupan makan bayi yang kurang bergizi. 

 

Karena itulah mengapa orang tua terus diminta untuk rajin membawa si kecil ke PosyanduKarena informasi yang diberikan secara rutin di Posyandu, mengenai berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala, anak sangat penting untuk mengetahui tumbuh kembang anak dan dapat menjadi deteksi awal bila ada masalah kesehatan, termasuk ancaman stunting.

 

Segera ke Posyandu

Apa yang harus dilakukan ketika berat badan bayi terus turun? Segera konsultasikan kondisi si kecil pada dokter di klinik kesehatan atau Posyandu. Meskipun Posyandu tidak beroperasi secara normal selama masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), namun menurut Panduan Pelayanan Kesehatan Balita Pada Masa Tanggap Darurat COVID-19, anak yang berisiko tetap mendapatkan pelayanan, baik secara langsung maupun daring. Salah satu kategori anak yang berisiko ini adalah anak dengan berat badan tidak naik atau terus-menerus turun. 

 

Pada kasus seperti ini, biasanya dokter akan meminta riwayat kesehatan anak, termasuk riwayat makannya. Ini membantu dokter melihat apakah bayi memang kurang asupan makanan atau memiliki masalah kesehatan lain, seperti infeksi, diare berkepanjangan, masalah penyerapan nutrisi, dan sebagainya.

Idealnya pemberian gizi pada bayi harus optimal, dimulai dari IMD hingga ASI eksklusif. 

Pada bayi-bayi yang sudah mendapat ASI, namun berat badannya masih terus menerus berkurang, dokter akan memastikan mereka mendapatkan kalori yang dibutuhkan untuk tumbuh. Misalnya, dengan memberikan tambahan nutrisi berupa ASI donor yang aman atau susu formula yang komposisinya sesuai dengan aturan badan dunia yang disebut Codex Alimentarius Comission

 

Bagi bayi yang sudah berusia 6 bulan, dokter juga akan memastikan MPASI bayi memenuhi kebutuhan karbohidrat, lemak, dan protein. Sementara untuk anak-anak yang lebih besar, dokter sering merekomendasikan makanan berkalori tinggi atau susu formula tinggi kalori

 

Pertambahan berat badan membutuhkan waktu, jadi mungkin butuh beberapa bulan sebelum anak kembali dalam kisaran normal. Teruslah memantau berat badan dan tinggi badan si kecil dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pada masa pandemi COVID-19 ini, konsultasi bisa dilakukan via daring atau telepon. 

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top