30 Aug

Siapa yang pernah mengalami susahnya memberi makanan pendamping ASI (MPASI) pada si kecil?  Kalau kita baca dalam artikel, kesannya mudah untuk mengenalkan MPASI pada bayi.  Tinggal menyuapi si kecil dan bayi akan menikmatinya.

 

Tapi kenyataanya bisa sangat berbeda.  Bayi misalnya, melepeh terus kalau disuapi atau dia malah suka pilih-pilih makanan. Jika MPASI-nya bermasalah, bagaimana kalau si kecil sampai kekurangan gizi dan menderita stunting?

 

Baca Juga: Jangan Abaikan Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Ini Alasannya

 

Kekhawatiran tersebut memang  beralasan. Pada bayi usia 6 bulan, ASI sudah tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi yang meningkat. Tanpa diberi makanan pendamping dan hanya diberi ASI saja, dikhawatirkan lama-lama akan menyebabkan bayi mengalami malnutrisi dan meningkatkan risiko stunting. 

 

Lalu apa yang harus dilakukan? GenBest perlu menelusuri penyebab dan segera mencari solusinya. Beberapa penyebab dapat kita atasi sendiri dengan sedikit kesabaran dan modifikasi menu, namun ada juga penyebab yang membutuhkan penanganan ahli.

 

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Mulai MPASI?

 

Berikut ini adalah 5 penyebab bayi menolak MPASI:

 

1. Masih belajar mengunyah

 Kalau si kecil yang berusia 6-7 bulan dan dia sering melepeh MPASI, ini sesuatu yang sangat wajar. Sebenarnya tidak ada maksud ia untuk menolak MPASI, bayi melepeh karena dia masih belajar bagaimana cara makan.

 

Bagi kita makan terkesan begitu mudah. Tapi sebenarnya proses mengunyah makanan membutuhkan banyak koordinasi otot, mulai dari membuka mulut, menggerakkan lidah untuk menarik makanan dari sendok, menutup mulut, menelan, dan sebagainya.

 

Jadi untuk kasus ini, biasanya bayi hanya memerlukan lebih banyak waktu untuk latihan sampai ia dapat menikmati MPASI.

 

2.Tidak suka rasa MPASI

Kalau GenBest memberi MPASI dengan rasa baru dan bayi melepehnya, jangan langsung mencap si kecil suka pilih-pilih makanan. Terkadang bayi hanya perlu waktu untuk terbiasa dengan rasa baru di mulutnya.

 

Namun perlu diakui, seperti kita orang dewasa, terkadang bayi juga memiliki preferensi pada rasa tertentu, senang manis tapi tidak suka yang gurih, misalnya. Untuk itu, berikan yang dia mau saja dulu. Namun GenBest harus tetap  berusaha mengenalkan berbagai menu baru tanpa memaksa, karena si kecil perlu mengenal semua rasa.

 

Cobalah mengolah MPASI sekreatif mungkin. Contoh, si kecil suka kentang tumbuk, GenBest bisa membuat menu baru dengan mencampurkan sedikit brokoli pada kentang tumbuh favoritnya itu.

 

3. Merasa kenyang

Alasan lain si kecil menolak MPASI mungkin karena ia masih merasa kenyang. Untuk itu, memasuki masa MPASI, GenBest harus mengatur jadwal makan si kecil: kapan dia harus menyusu ASI, kapan makan padat, dan kapan camilan.  Menurut IDAI, memberi jadwal makan cukup efektif meningkatkan nafsu makan agar si kecil mau makan.

 

4. Tidak tertarik lagi dengan MPASI

Kasus ini biasanya terjadi pada bayi-bayi yang sudah agak besar, contoh bayi berusia 11 bulan. Awalnya, si kecil mungkin begitu lahap menikmati MPASI, namun seiring waktu tampak malas dan tidak tertarik lagi. Penyebabnya bisa karena ia sudah bosan dengan tekstur MPASI yang lembut dan ingin tekstur yang lebih keras.

 

Jadi harus bagaimana? Beberapa bayi umumnya bisa dikenalkan dengan makanan keluarga lebih awal. Tapi untuk memastikan, GenBest perlu mengonsultasikannya pada dokter dulu, ya!

 

5. Memiliki kesulitan oromotor

Beberapa bayi menolak MPASI karena mengalami kesulitan oromotor (sistem gerak otot rongga mulut untuk keterampilan makan). Bagaimana kita mengetahuinya? Biasanya bayi yang memiliki masalah oromotor akan muntah ketika mencoba menelan atau setelah makanan masuk ke mulut mereka. Kalau GenBest mencurigai si kecil mengalaminya, GenBest bisa berkonsultasi pada dokter.

 

Nah, semoga masalah si kecil yang menolak MPASI bisa segera teratasi, ya!

 

Baca Juga: Hindari Stunting, Ini Caranya Agar Anak Tidak Jadi Picky Eater

TENTANG KAMI

GenBest merupakan sebuah inisiasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting (klik di sini untuk mengetahui apa itu stunting), dengan mendorong masyarakat dari segala usia menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Lewat situs dan media sosial genbest.id, kami menyediakan informasi yang kredibel, menciptakan komunitas yang suportif, dan memberikan pengetahuan kesehatan yang mendalam seputar pola hidup bersih dan sehat, serta stunting, bagi Anda sekeluarga, termasuk si kecil yang masih dalam kandungan dan berusia balita.

How to coax children
To Top