Anak Sekolah Rentan Tidak Cukup Gizi

Sed ut perspiciatis unde
25 Agustus

Anak Sekolah Rentan Tidak Cukup Gizi

Indonesia pada September, Oktober sampai menjelang akhir tahun akan memasuki musim hujan. Meski badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan puncak musim hujan pada Januari-Februari 2016, masyarakat Indonesia mesti mewaspadai musim pancaroba, yaitu transisi cuaca hujan ke kering. 

 

Kondisi cuaca seperti ini berdampak pada kesehatan anak sangat rentan dengan transisi cuaca yang ekstrim.

 

Mendidik anak-anak mengonsumsi makanan sehat, sayuran dan buah-buahan dengan asupan gizi yang cukup, bisa menjadi salah satu cara mempertahankan kebugaran, menstimulus antibodi, terhindar dari risiko penyakit dan gangguan kesehatan.

 

Masalah nutrisi dapat terjadi pada seluruh kelompok umur, terutama pada anak-anak. Kecukupan nutrisi sejak balita akan mempengaruhi status nutrisi pada periode siklus kehidupan berikutnya (intergenerational impact).

 

Anak sekolah atau masa kanak-kanak pertengahan merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap ketidakcukupan gizi, sehingga anak sekolah harus dipantau. 

 

Anak sekolah yang berusia 6-12 tahun, memiliki fisik lebih kuat dibandingkan balita atau anak usia prasekolah. Mereka cenderung mempunyai sifat individual serta aktif dan tidak bergantung dengan orang tua.

 

Kebutuhan gizi anak sebagian besar digunakan untuk aktivitas pembentukan dan pemeliharaan jaringan. Kelompok anak sekolah pada umumnya mempunyai kondisi gizi yang lebih baik daripada kelompok balita. 

 

Meskipun demikian, masih terdapat berbagai kondisi gizi anak sekolah yang tidak memuaskan, misalnya berat badan yang kurang, anemia defisiensi besi, defisiensi vitamin C, dan di daerah-daerah tertentu juga dijumpai defisiensi iodium.

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top