7 Bahaya Kehamilan yang Perlu Kamu Waspadai

Sed ut perspiciatis unde
11 Oktober

7 Bahaya Kehamilan yang Perlu Kamu Waspadai

Setiap kita pasti berusaha menjaga kehamilan sebaik mungkin. Harapannya kehamilan lancar, ibu nyaman, dan janin yang dilahirkan sehat dan normal. Sayangnya, sebaik apa pun kita berusaha, berbagai macam gangguan tetap saja datang tak diundang. Mulai mual muntah, sakit kepala, malas makan, dan masih banyak lagi. Kabar baiknya, hampir sebagian besar keluhan yang dirasakan ibu hamil tidak berdampak pada ibu, janin, dan kehamilan.

 

Hanya saja, kamu perlu waspada, bila ada 7 tanda di bawah ini yang boleh jadi dialami. Sebab, tanda ini sudah menjadi tanda kedaruratan, sehingga perlu dikonsultasikan kepada para ahli. Apa sajakah? Berikut di antaranya:

 

1. Perdarahan
Munculnya flek atau perdarahan saat hamil, baik hamil muda maupun tua harus diwaspadai. Sebab, gejala ini merupakan salah satu tanda janin mengalami keguguran. Perdarahan yang terjadi pada masa hamil tua, yang ditandai dengan keluarnya darah merah segar maupun gumpal kehitaman dari jalan lahir kemungkinan besar berasal dari ari-ari atau plasenta yang terlepas sebagian sebelum bayi lahir. Segera bawa ibu hamil ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Selain itu, lakukan bed rest agar tidak terjadi dampak lanjutan yang tak diinginkan. Hindari aktivitas yang terlalu berat atau melelahkan.

 

2. Bengkak Menyebar di Seluruh Anggota Tubuh 
Kamu mungkin masih asing dengan istilah keracunan kehamilan? Nah, istilah ini merujuk pada gangguan yang ditandai dengan tingginya kadar protein pada urin dan tingginya tekanan darah ibu hamil (hipertensi). Nama lainnya adalah preeklamsi atau eklamsi. Nah, salah satu tanda gampang untuk mengenali gangguan ini adalah adanya pembengkakan yang menyebar di seluruh anggota tubuh. Mulai kaki, tangan, muka, dan lainnya. Sejatinya, tanda-tanda ini wajar terjadi pada ibu hamil. Hanya saja, waspadai bila gangguan ini disertai dengan sakit kepala, nyeri perut, mual, sesak napas, dan kejang. Segera bawa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat bila mengalaminya. Dianjurkan tak berdiri terlalu lama atau berjalan terlalu jauh, perbanyak istirahat dengan duduk bersandar sambil menyangga kedua kaki di atas kursi kecil atau bantal, tidurlah dengan posisi kaki dinaikkan di atas bantal atau ambil posisi miring ke kiri, dan jangan gunakan kaus kaki dengan elastik keras di bagian atas.

 

3. Demam Tinggi
Demam biasa atau di bawah 38 derajat Celsius biasanya tak perlu dikawatirkan karena berdampak apa pun pada kehamilan. Tapi, jika suhunya melebihi 38 derajat Celsius, kamu perlu waspada karena gejala itu dapat menyebabkan bayi cacat, alami kelainan jantung, bahkan keguguran. Segera lakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter. Jangan sembarangan mengonsumsi obat penurun panas yang banyak dijual di pasaran.

 

4. Pecah Ketuban Dini
Normalnya, ketuban pecah saat proses melahirkan berlangsung. Nah, kalau yang ini, air ketuban keluar padahal proses melahirkan masih lama atau belum berlangsung. Yang perlu kamu catat, semakin dini ketuban pecah, semakin besar risiko yang mungkin dialami. Untuk itu, bila ibu hamil merasa ada yang keluar dari jalan lahir, segera periksakan ke dokter. Berbeda dengan urine, air ketuban tidak berwarna dan berbau, serta saat keluar tak bisa ditahan seperti halnya menahan buang air kecil. Bila tak ditangani ketuban pecah dini dapat menyebabkan bayi terlahir prematur, infeksi pada janin, bahkan kematian janin.

 

5. Janin Tak Aktif Bergerak
Salah satu ciri janin sehat adalah aktif bergerak. Biasanya, gerakan janin baru bisa dirasakan pada usia kehamilan 5 bulan. Dalam 12 jam, janin bisa bergerak sampai 10 kali. Selain menghitung angka 1 sampai 10. Ada cara yang mudah diingat untuk mengukur gerakan janin ini, yaitu dengan tulisan ‘ S A Y A N G  B A Y I’. Setiap janin bergerak, segera tulis huruf, begitu seterusnya bila sudah merangkai kalimat di atas, tandanya bayi dalam rahimmu ada dalam kondisi sehat.  Bila jumlah gerakannya kurang atau bahkan tak ada sama sekali, ibu hamil sebaiknya memeriksakan kandungannya. Dikhawatirkan janin mengalami masalah, bahkan alami kematian di dalam rahim.

 

6. Mual Muntah Berlebihan
Istilah medisnya adalah hyperemesis gravidarum. Sejatinya, mual muntah normal dialami ibu hamil. Penyebabnya, peningkatan kadar hormon estrogen dan HCG (human chorionic gonadotrophine) dalam serum darah. Biasanya, setelah 3 bulan atau lebih, keluhan mual-muntah akan menghilang dengan sendirinya. Namun bisa juga mual-muntah justru terus berlanjut. Atau, mual-muntahnya terlalu sering sehingga tak ada makanan maupun minuman yang “masuk” kamu perlu waspada. Sebab, kondisi ini dapat membahayakan jiwa ibu maupun janin bila tak segera diatasi. Sebab, akan terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh ibu, dan akan terjadi dehidrasi atau kekurangan cairan. Segera konsultasi bila mengalaminya. Di samping pengobatan medik, juga dilakukan terapi psikologik untuk mempercepat penyembuhan.

 

7. Kecelakaan Perut
Tak jarang terjadi, perut ibu hamil terbentur pinggir meja, terkena bola saat melintasi sekelompok bocah yang tengah asyik bermain, terpukul, dan lainnya. Patut diwaspadai bila sesudahnya muncul perdarahan, seberapa pun ringannya. Selain itu, bila usia kehamilan di atas 4 bulan, ada kontraksi yang bisa langsung dirasakan si ibu atau dalam skala lebih ringan berupa rasa mulas. Pada kehamilan muda, perdarahan dan rasa mulas ditakutkan mengakibatkan keguguran. Sementara pada kehamilan usia tua yang disertai kontraksi, memperbesar kemungkinan terjadi persalinan lebih awal alias prematur. Risiko terburuk, terjadi pelepasan plasenta atau solutio plasenta bila pukulan/benturan tadi terlalu keras hingga mengakibatkan memar atau bahkan perdarahan plasenta. Jadi, bila setelah alami kecelakaan perut dan alami perdarahan maupun kontraksi, segera periksakan, ya!
 

CTA

INGIN TAHU LEBIH LANJUT SOAL PENCEGAHAN STUNTING?

Yuk simak penjelasan singkat pada info FAQ berikut ini.

lebih lanjut
To Top