27 Dec

Sejak lama, masyarakat mempercayai rumor bahwa sisa cairan ASI di wajah bayi setelah menyusui dapat menyebabkan bercak putih yang sulit dihilangkan dan akan tetap menempel hingga usia remaja jika tidak segera dibersihkan. Meskipun bercak tersebut tidak dianggap berbahaya, disarankan untuk segera menanganinya karena dapat mempengaruhi estetika dan kepercayaan diri anak, terutama pada usia pra remaja.

 

Bercak putih pada kulit bayi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan pigmen kulit, paparan sinar matahari, atau kondisi kulit tertentu. Terdapat beberapa jenis bercak putih pada kulit bayi.

 

Baca juga: Working Mom Nggak Perlu Cemas, Coba 7 Tips Menyimpan ASI agar Nutrisinya Tetap Terjaga

 

1. Bercak Putih Pityriasis Alba

 

 

bercak putih

 

 

Pityriasis alba berasal dari bahasa Latin untuk bercak putih bersisik, umumnya memiliki bentuk bulat atau oval. Biasanya, bercak ini bersisik halus dengan diameter 0,5-2 cm. Pityriasis alba sering muncul di wajah (pipi), leher, dan lengan anak-anak. Ini adalah peradangan ringan pada kulit dan paling umum terjadi pada anak-anak dengan kulit sensitif. Paparan sinar matahari secara berkelanjutan sering menjadi penyebab munculnya pityriasis alba. Cara mengurangi risiko munculnya pityriasis alba adalah dengan menjaga kesehatan dan kelembaban kulit.

 

2. Bercak Putih Tinea Versicolor

 

 

bercak putih

 

 

Tinea versicolor adalah infeksi jamur yang mirip dengan panu. Bercak putih ini lebih terlihat daripada pityriasis alba dan dapat terlihat dengan mata telanjang. Bayi yang tinggal di daerah panas dan lembap, sering mengalami berkeringat berlebihan, dan sering menggunakan pakaian ketat adalah bayi dengan risiko tinggi terkena tinea versicolor. Kondisi bayi seperti ini memerlukan penanganan oleh dokter kulit untuk perawatan lebih lanjut. Serta, utamakan untuk menjaga kulit bayi tetap kering dengan pakaian yang menyerap keringat.

 

3. Bercak Putih Vitiligo

 

bercak putih

 

 

Vitiligo adalah kelainan pada kulit yang mengakibatkan sel-sel melanosit tidak lagi bekerja dengan normal dalam memproduksi melanin. Akibatnya, melanin tidak mampu menghasilkan pigmen yang seharusnya menjadi warna kulit bayi. Tanpa adanya pigmen, warna kulit otomatis akan menjadi putih atau tampak pucat.

 

Ada tiga jenis vitiligo yang umumnya dialami pada bayi, yaitu:

 

1. Generalized vitiligo: kulit belang-belang terdapat di banyak bagian tubuh. Belang bisa berkembang di bagian tubuh yang sama secara simetris, misalnya di tangan kiri dan kanan.

 

2. Segmental vitiligo: hanya satu bagian atau sisi tubuh, berkembang selama 1-2 tahun, lalu berhenti.

 

3. Focal vitiligo: hanya di satu atau sedikit bagian tubuh.

 

Menurut artikel di situs Mayoclinic, penyebab vitiligo pada bayi belum diketahui, tapi kemungkinan berhubungan dengan penyakit autoimun, terjadi ketika tubuh memproduksi antibodi yang menyerang jaringannya sendiri.

 

Dengan demikian dapat diketahui bahwa ASI bukan menjadi penyebab bercak putih pada kulit bayi karena tidak adanya bukti ilmiah pendukung yang kuat. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan kulit bayi misalnya dengan mengganti pakaian secara teratur, membersihkan wajah setelah menyusu, dan menghindari paparan terik matahari. Untuk informasi yang lebih akurat, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga profesional kesehatan yang terpercaya.

 

------

 

Sumber:

 

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/736/bercak-putih-kemerahan-di-pipi-bayi-ulah-asi

 

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3138821/kulit-bayi-bercak-putih-benarkah-pasti-karena-terkena-asi

TENTANG KAMI

GenBest merupakan sebuah inisiasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting (klik di sini untuk mengetahui apa itu stunting), dengan mendorong masyarakat dari segala usia menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Lewat situs dan media sosial genbest.id, kami menyediakan informasi yang kredibel, menciptakan komunitas yang suportif, dan memberikan pengetahuan kesehatan yang mendalam seputar pola hidup bersih dan sehat, serta stunting, bagi Anda sekeluarga, termasuk si kecil yang masih dalam kandungan dan berusia balita.

How to coax children
To Top